Aksi Jambret di Kawasan Kota Jember, Satu Korban Terluka
Seorang perempuan bernama Berliana Meidy Putri, 28 tahun, warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Jember kini masih terbaring di tempat tidur. Dia terluka setelah menjadi korban penjambretan, di Jl Arwana, kelurahan setempat, pada Rabu, 24 September 2025.
Berliana menceritakan peristiwa itu dialaminya usai mengambil sepeda di sebuah bengkel di kawasan Bintoro, Kecamatan Patrang, pada Rabu, 24 September 2025 sore. Saat dalam perjalanan pulang ke rumah, Berliana melihat ada dua pelaku sedang membuntutinya.
Karena itu, selama perjalanan, Berliana merasa was-was dan takut. Apalagi, jalan yang dilaluinya cukup sepi.
Perasaan takut itu semakin nyata ketika ia tiba di Jalan Arwana, Kebonagung. Berliana tiba-tiba dipepet oleh pelaku.
Tanpa sepatah kata apapun, tiba-tiba satu dari dua pelaku merampas tas milik korban. Pelaku menarik tas berisi dompet dan HP itu sekuat tenaga, hingga akhirnya membuat korban terjatuh dari motor.
“Saya tiba-tiba dipepet oleh dua orang. Mereka langsung merampas tas saya. Saya terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri,” katanya, Jumat, 26 September 2025.
Saat sadar Berliana sudah berada di rumahnya, tak jauh dari lokasi kejadian. Ternyata saat tak sadarkan diri, dia ditolong oleh tetangga dan dibawa ke rumahnya.
Selanjutnya, pihak keluarga membawa Berliana ke Rumah Sakit Citra Husada. Berliana menjalani perawatan medis karena menderita patah tulang pada bahu kiri, pipi kirinya bengkak, serta luka di jempol kaki kiri.
Pasca kejadian itu, keluarga Berliana mengumumkan peristiwa yang dialami korban di media sosial. Berharap pelaku bisa mengembalikan barang-barang berharga milik korban.
Benar saja, tak lama setelah diumumkan di media sosial ada warga yang mengaku menemukan dompet korban. Dompet korban ditemukan oleh warga Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Jember.
Sementara HP Xiaomi Redmi Note 8 milik korban sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Korban berharap HP itu bisa kembali karena banyak data penting tersimpan di dalamnya.
“Terkait dompet saya yang ditemukan di daerah Rowotamtu, Rambipuji, itu setelah keluarga menyebarkan informasi melalui media sosial,” tambahnya.
Meski masih dalam perawatan, Berliana berharap pengalaman pahit yang dialaminya tidak terulang pada orang lain. Ia meminta pihak kepolisian lebih memperhatikan keamanan di wilayah tersebut.
“Saya berharap polisi bisa meningkatkan patroli di Jalan Arwana dan sekitarnya. Jangan sampai ada lagi korban seperti saya,” pungkasnya.