Aksi Demo Memanas di Tengah DPR RI yang Hari Ini Genap Berusia 80 Tahun
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-80. Namun, perayaan tersebut diwarnai aksi demonstrasi besar-besaran dari berbagai elemen masyarakat yang memprotes sejumlah kebijakan dan tunjangan yang diterima para legislator.
Berdasarkan catatan sejarah, DPR RI lahir 12 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Presiden Soekarno pada 29 Agustus 1945 membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Gedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta.
Dari sinilah cikal bakal parlemen Indonesia lahir. Kasman Singodimedjo ditunjuk sebagai ketua pertama KNIP, dengan tiga wakilnya yaitu Sutardjo Kartohadikusumo, J. Latuharhary, dan Adam Malik.
Sebelumnya, sistem perwakilan rakyat telah dirintis pada masa kolonial Belanda lewat Volksraad yang berdiri pada 1916. Namun lembaga itu bubar setelah Belanda menyerah pada Jepang pada 8 Maret 1942. Sejak saat itu, perjuangan kemerdekaan melahirkan lembaga parlemen Indonesia sendiri.
Demonstrasi Warnai HUT DPR ke-80
Ulang tahun DPR tahun ini tak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, tetapi juga momen sorotan publik. Sejumlah kelompok masyarakat seperti mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online kembali turun ke jalan pada Senin 25 Agustus 2025 dan Kamis 28 Agustus 2025, mendesak DPR lebih berpihak pada rakyat.
Gelombang protes semakin memanas menyusul sorotan terhadap tunjangan besar anggota DPR, salah satunya tunjangan perumahan senilai Rp50 juta per bulan. Kritik juga diarahkan pada sejumlah pernyataan kontroversial anggota DPR yang dianggap tidak mencerminkan wakil rakyat.
Kondisi itu membuat aksi demonstrasi berlangsung ricuh di depan Kompleks Parlemen Senayan. Polisi menyebut ada pihak-pihak yang memicu aksi anarkis dalam demo pada Kamis (28/8).
Sebagai lembaga negara, DPR memiliki tiga fungsi utama yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. DPR bertugas menyusun undang-undang bersama pemerintah, menetapkan anggaran negara, sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.
Meski diwarnai kontroversi, DPR tetap menjadi lembaga penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Setiap 29 Agustus, hari peresmian KNIP pada 1945 diperingati sebagai Hari Jadi DPR RI.