Akan Dibuat Film, "PKI Madiun dan Terbunuhnya Gubernur Soerjo."
Surabaya : Sineas, sutradara film dan TV, Yosoft Munthaha, tertarik membuat film dokumenter kekejaman PKI atas terbunuhnya Gubernur Soerjo.
Gubernur Soerjo adalah Gubernur pertama Jawa Timur yang dibunuh gerombolan PKI saat melintas di hutan jati Kedunggalar, Ngawi, tanggal 10 November 1948.
Mobil yang ditumpangi Gubernur Soerjo dicegat gerombolan PKI. Gubernur Soerjo dipaksa keluar dari mobil yang ia tumpangi, diseret ke dalam hutan, dicincang dan dibunuh dengan sadis.
Jasadnya ditinggalkan begitu saja tak jauh dari lokasi pembunuhan. Insiden ini juga merengut nyawa Kombes Pol M Doerjat dan Kompol Soeroko. Hingga keesokan harinya, jasad ketiganya baru ditemukan warga.
Menurut Josoft , tragedi pembunuhan Gubernur Soerjo ini, sangat menarik bila diangkat ke layar lebar. "Ini adalah pejabat setingkat Gubernur pertama yang dibunuh PKI, lokasinya juga di Jatim, sangat perlu kisah kepahlawannya diketahui generasi sekarang dan akan datang," katanya.
Kendati sudah dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional, namun sosok Gubernur Soerjo terasa kurang diblow-up agar diteladani generasi sekarang. "Padahal selain Bung Tomo, yang mengobarkan perlawanan arek-arek Suroboyo melawan Belanda dan Inggris pada 10 November 1945 adalah Gubernur Soerjo ini," ujarnya.
Tahap awal, Josoft akan membuat komik digital dulu. "Bila cukup modal ya langsung film , komik include buat tools promosi," katanya. Sangat baik bila Pemprov Jatim menyambut ide Josoft ini.
Josoft sendiri pernah bikin film Batas dan Rectoverso sebagai Co Producer & screenplay. Saat masih bekerja di SCTV Jakarta, lebih 15 tahun, ia ikut melahirkan program Inbox.
Joesoft sekarang tinggal di Malang, Jatim, kota asalnya, mengerjakan sejumlah patung, komik digital, serta riset film Sakera.
Soal sosok Gubernur Soerjo, menariknya, dibunuh saat hendak pulang ke daerahnya untuk menghadiri 40 hari meninggalnya sang adik, RM Sarjuno yang dibunuh PKI di Madiun. Jadi kakak-adik ini sama-sama jadi korban kebengisan PKI.
R. M. T. Soerjo dimakamkan di makam Sasono Mulyo, Sawahan, Kabupaten Magetan.
Kisah pembunuhan Gubernur Soerjo ini diabadikan pada relief di bawah patung Gubernur Soerjo di Taman Apsari Surabaya ( depan Grahadi). Lantas patung dia dan dua sosok polisi, di Wana Wisata Monumen Gubernur Suryo, di tepi jalan raya Ngawi–Solo.
Monumen bukti kekejian PKI ini diresmikan Mayor Jenderal TNI AD Witarmin, 20 Oktober 1975.
Gubernur Soerjo lahir di Magetan, Jawa Timur, 9 Juli 1898. Meninggal di Bago, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, 10 September 1948 pada umur 50 tahun).
Sebelum jadi, Gubernur, Soerjo menjabat Bupati Kabupaten Magetan tahun 1938 - 1943. Ia adalah menantu Raden Mas Arja Hadiwinoto. Setelah menjabat bupati Magetan, ia menjabat Su Cho Kan Bojonegoro (Residen) pada tahun 1943.
Pemerintah memberi gelar Gubernur Soerjo sebagai Pahlawan Nasional Pembela Kemerdekaan. Penghargaan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 294 tanggal 17 Nopember 1964. (dmr)