Ada Perbaikan Jembatan Klakah, Suplai BBM ke Jember dari Malang dan Surabaya Belum Maksimal
Sejumlah SPBU di Jember yang menyediakan stok BBM hingga hari ini, Senin, 28 Juli 2025 masih dipadati masyarakat. Sedangkan upaya pengalihan titik suplai dari Banyuwangi ke Malang dan Surabaya hingga saat ini belum memberikan dampak siginifikan.
Atas persoalan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait merespons dengan melakukan rapat koordinasi bersama Pertamina. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kecamataan Ambulu, dalam rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bungadesaku), pada Minggu, 27 Juli 2028 malam.
Gus Fawait mengatakan, persoalan distribusi BBM di Jember bukan kewenangan Pemkab Jember. Sebab, persoalan tersebut muncul pasca pemerintah pusat melakukan penutupan jalur gumitir secara total, sejak tanggal 24 Juli 2025 lalu.
Kendati demikian, Gus Fawait juga merasa perlu melakukan sikap, sebab yang terdampak adalah masyarakat Jember. Karena itu, Gus Fawait mengajak Pertamina perwakilan Jember melakukan rapat koordinasi.
"Kendala distribusi BBM untuk wilayah Jember terjadi pasca penutupan jalan Jember-Banyuwangi. Bukan kewenangan kami, tetapi pemerintah pusat. Tetapi karena setiap ada apa-apa yang disalahkan bupati, kami langsung melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina," katanya.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait meminta penambahan kuota BBM dan LPG. Apabila tidak memungkinkan didatangkan dari Banyuwangi, penambahan kuota itu bisa dilakukan dari Malang dan Surabaya atau tempat lain.
Lebih jauh Gus Fawait meminta agar masyarakat Jember menyikapi persoalan BBM dengan sabar. Sebab, permasalahan distribusi BBM ke Jember terjadi diluar prediksi.
“Persoalan distribusi BBM ini telah mempengaruhi mobilitas warga Jember. Saya mohon warga bersabar, ini terjadi di luar prediksi,” pungkasnya.
Sementara itu, Sales Brand Manager Pertamina Area Jember, Hendra Saputra menegaskan kelangkaan BBM di area Jember bukan karena kelangkaan secara nasional, tetapi karena faktor keterlambatan distribusi. Distribusi yang biasa dilakukan dari Banyuwangi ke Jember saat ini mengalami kendala akibat kemacetan lalu lintas di jalur Ketapang dan penutupan total di jalur gumitir.
Sebelum jalur gumitir ditutup, pihaknya telah memikirkan jalur Situbondo-Bondowoso. Namun, hal tersebut tidak memungkinkan karena ada perbaikan jembatan besuk yang hanya bisa dilalui kendaraan di bawah 15 ton.
Sehingga truk tangki BBM dari Banyuwangi mempertimbangkan jalur Arak-arak. Namun, jalur tersebut tidak bisa digunakan sebagai jalur alternatif karena terlalu banyak tikungan.
Karena itu, distribusi BBM harus melalui jalur Probolinggo menuju Lumajang. Dengan mempertimbangkan akses dan jarak tempuh, Pertamina kemudian mengalihkan suplai dari Banyuwangi ke depo yang ada di Malang dan Surabaya.
Upaya recovery tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat, 25 Juli 2025. Pertamina mengerahkan 25 truk tangki BB, untuk menyuplai BBM ke Jember. Namun, upaya tersebut belum berhasil mengatasi persoalan BBM yang ada di Jember.
Sebab, recovery dari Malang dan Surabaya belum bisa maksimal karena ada perbaikan jembatan di jalur Lumajang-Probolinggo, tepatnya di Klakah. Mau tidak mau, truk tangki BBM harus mengurangi beban agar bisa melintas di proyek perbaikan jembatan tersebut.
“Pertamina meminta maaf kepada warga Jember atas persoalan distribusi BBM yang terjadi saat ini. Kami akan terus berupaya membanjiri Jember BBM sampai benar-benar normal,” pungkasnya.