33 Karhutla di Bondowoso Hingga September 2026, Lahap 123 Hektar Hutan dan Lahan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat sebanyak 33 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pertengahan September 2026. Dari kejadian kebakaran sebanyak itu, total luas hutan dan lahan yang terdampak mencapai 123 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, sebanyak 33 kejadian karhutla di Bondowoso hingga pertengahan September 2026 tersebar di kawasan hutan dan lahan milik Perhutani dan PTPN.
"Yakni, kebakaran hutan dan lahan jati di Kecamatan Wringin, kebakaran hutan lindung di Kecamatan Ijen, serta kebakaran hutan dan lahan pinus di Kecamatan Curahdami," kata Kristianto, Sabtu, 19 September 2026.
Akibat 33 kejadian karhutla itu, imbuh dia, BPBD Bondowoso mencatat luas hutan dan lahan yang terdampak kebakaran sekitar 123 hektar. Sebagian besar hutan dan lahan milik Perhutani dan PTPN berlokasi di Kecamatan Wringin, Curahdami, dan Sempol Ijen.
"Luas 123 hektar hutan dan lahan terdampak 33 kejadian karhutla itu belum termasul luasan Taman Nasional Wisata Alam Ijen milik BKSDA yang terbakar beberapa waktu lalu," imbuh mantan Kabag Kesra Bondowoso itu.
Dengan jumlah karhutla mencapai 33 kejadian hingga pertengahan September 2026, menurut Kristianto, BPBD melakukan pemetaan kawasan berpotensi lebih tinggi mengalami kebakaran.
"Seperti Kecamatan Wringin dan Ijen menjadi wilayah yang mendapat perhatian lebih dalam pencegahan karhutla," terangnya.
Sementara Wabup Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menegaskan, Pemkab Bondowoso menekankan langkah preventif menghadapi potensi karhutla. BPBD dan Damkar bekerjasama dengan TNI dan Polri tidak hanya dituntut merespons cepat saat terjadi kebakaran.
"Tetapi juga melakukan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti musim kemarau sekarang ini, mengimbau masyarakat tidak buang puntung rokok dan membakar sampah sembarangan, terutama dekat hutan dan lahan banyak vegetasi kering," tegasnya.
Advertisement