Wilayah Terdampak Kekeringan di Banyuwangi Disuplai Air Bersih Secara Bertahap
Penyaluran air bersih untuk warga di wilayah yang terdampak kekeringan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Hingga akhir September 2026 ini, sebanyak 764 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai wilayah yang terdampak kekeringan. Pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026 dan siap terus berlanjut hingga status siaga kekeringan berakhir.
Air bersih tersebut didistribusikan ke 18 dusun yang tersebar di lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut meliputi Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan, musim kemarau di Banyuwangi telah berlangsung sejak Mei 2026. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga Desember 2026.
βBerdasarkan rilis BMKG, awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara bersamaan. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyusul pada Desember 2026, salah satunya Banyuwangi,β jelasnya.
Akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, sejumlah wilayah di Banyuwangi mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemkab Banyuwangi telah menetapkan status siaga kekeringan sebagai langkah penanganan dampak kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendistribusikan air bersih secara rutin ke wilayah-wilayah terdampak.
βPendistribusian air bersih terus kami lakukan hingga status siaga kekeringan selesai. Air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mandi, cuci, kakus (MCK) warga,β terangnya.
Partana menambahkan, penanganan kekeringan di Banyuwangi juga melibatkan berbagai pihak. Salah satunya Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi yang turut menyalurkan bantuan air bersih sebanyak tujuh tangki atau sekitar 31 ribu liter untuk warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo.
Pelepasan pendistribusian bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo, bersama Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto di Kantor PUDAM Banyuwangi, Selasa, 25 September 2026.
Suprapto mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI yang jatuh pada 5 Oktober mendatang.
βPendistribusian air ini dilakukan dalam rangka kegiatan Bakti TNI untuk memperingati HUT TNI,β ujarnya.
Selain Kodim 0825 Banyuwangi, penyaluran bantuan air bersih juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Banyuwangi, Bank Jatim, serta PT Bumi Suksesindo (BSI).
Partana mengatakan, seluruh pasokan air bersih yang didistribusikan kepada warga tersebut disuplai oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.
βDukungan berbagai pihak ini sangat membantu upaya penanganan kekeringan di Banyuwangi. Kami berharap kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak dapat terus terpenuhi selama musim kemarau,β ujarnya.
Advertisement