Waspada Kaki Diabetes, Panduan Praktis Menghindari Amputasi Sejak Dini
“Kenapa gula darah tinggi bisa merusak kaki?”. Begitu kira- kira orang banyak bertanya. Jawabannya berasal dari dua gangguan utama, yaitu neuropati dan angiopati. Neuropati muncul akibat tingginya kadar gula darah yang kemudian merusak saraf dan membuat kaki kehilangan kemampuan merasakan sakit.
Anda bisa terluka tanpa disadari. Sedangkan angiopati terjadi ketika aliran darah ke kaki melemah. Darah yang membawa nutrisi tidak dapat mencapai luka. Akibatnya, luka kecil sulit sembuh dan berisiko membusuk.
Pada penderita diabetes kaki memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena kaki menjadi bagian tubuh yang paling rentan mengalami komplikasi serius. Luka kecil, lecet ringan, atau rasa kesemutan sering dianggap sepele. Padahal, menurut para ahli, tanda kecil bisa berkembang menjadi masalah besar dan berujung pada amputasi. Namun ada kabar baiknya, Anda bisa mencegah risiko tersebut dengan pemeriksaan rutin dan kebiasaan hidup sehat.
Melansir tulisan dr Ida Bagus Aditya Nugraha M Biomed SpPD berjudul Mengenal Kaki Diabetes Langkah Awal Mencegah Amputasi dan Hidup Lebih Sehat, menyebut Anda dapat melakukan pencegahan dengan pemeriksaan kaki rutin di rumah. Kabar gembiranya, pemeriksaan tidak membutuhkan alat khusus. Anda hanya perlu meluangkan waktu setiap malam.
Pertama, Anda bisa memulai dengan melihat seluruh permukaan kaki. Gunakan cermin jika sulit membungkuk. Perhatikan adanya kemerahan, bengkak, lecet, atau kapalan. Kapalan sering menyembunyikan luka yang lebih dalam. Kemudian Anda juga dapat meraba suhu kaki menggunakan punggung tangan. Perbedaan suhu yang mencolok dapat menandakan infeksi atau peradangan.
Langkah kedua adalah memeriksa sensitivitas saraf. Anda bisa menyentuh kulit kaki dengan kapas. Jika Anda tidak merasakan sentuhan ringan, saraf mungkin sudah mengalami gangguan. Pemeriksaan sederhana tersebut membantu Anda mengetahui tanda awal masalah.
Anda harus segera mencari pertolongan medis ketika menemukan kondisi tertentu. Luka yang tidak membaik dalam dua hari harus mendapat perhatian dokter. Kaki yang mengeluarkan nanah atau bau tidak sedap juga menjadi tanda bahaya. Rasa nyeri hebat atau mati rasa total dapat menunjukkan gangguan saraf yang parah. Demam menjadi sinyal bahwa infeksi mulai menyebar ke tubuh.
Selain itu, ketiga adalah melalui kebiasaan sederhana setiap hari. Anda perlu selalu memakai alas kaki. Kaki yang sudah mati rasa mudah terluka saat berjalan tanpa alas. Anda bisa menghindari risiko itu dengan memakai alas kaki empuk dan aman. Selain itu perlu memilih sepatu yang tepat. Membeli sepatu pada sore hari membantu Anda mendapatkan ukuran paling nyaman. Ukuran kaki biasanya lebih besar pada waktu itu. Anda perlu memastikan tidak ada benda kecil di dalam sepatu. Benda kecil bisa melukai kaki tanpa terasa.
Keempat , merawat kaki dengan mencuci dan mengeringkan kaki dengan benar. Salah satunya memakai air hangat. Jangan mengecek suhu air dengan kaki. Setelah mencuci, pastikan sela jari benar-benar kering. Daerah lembap mudah menumbuhkan jamur. Kemudian bisa memakai pelembap pada punggung kaki agar kulit tidak pecah. Namun, jangan menggunakan pelembap pada sela-sela jari karena akan membuat kulit lembap dan berisiko menimbulkan infeksi jamur. Anda juga harus memotong kuku dengan pola lurus. Memotong kuku terlalu dalam dapat menyebabkan cantengan.
Perawatan luar tidak akan efektif tanpa pengendalian kondisi tubuh dari dalam. Anda harus menjaga gula darah tetap stabil. Target HbA1c biasanya berada di bawah 7 persen. Anda perlu berhenti merokok karena rokok memperburuk aliran darah ke kaki. Olahraga ringan seperti berjalan santai dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Rutinitas tersebut membantu menjaga kaki tetap sehat.
Amputasi sebenarnya bukan takdir. Amputasi terjadi akibat serangkaian kelalaian terhadap tanda-tanda kecil yang seharusnya cepat ditangani. Pemeriksaan rutin, gaya hidup sehat, dan kepedulian menjadi kunci utama mempertahankan kesehatan kaki. Satu menit untuk memeriksa kaki setiap malam dapat menyelamatkan tahun-tahun masa depan. Kaki sehat adalah hasil dari perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten.
Penulis: Nurul Huda