Warung Taburai Pertama di Surabaya, Sajikan Menu Rumahan Resep Peninggalan Mendiang Ibu
Warung Makan Taburai di Jl Mulyosari Surabaya, merupakan warung Taburai satu satunya yang ada di kota pahlawan.
Pemiliknya, komedian Praz Teguh lebih menyukai rumah makannya itu disebut warung daripada restoran.
"Nama warung lebih merakyat dan familier daripada pakai nama restoran.Tetapi soal cita rasa tak kalah dengan restoran yang mentereng," ujar Praz
Bagi yang ingin mengajak keluarganya menikmati masakan Warung Taburai, diingatkan tak perlu khawatir kehabisan uang.
Harga menunya relatif murah meriah, tidak jauh berbeda dengan warung tenda di pinggir jalan. Bahkan, ada menu yang harganya lebih murah, berkisar Rp11 ribu hingga Rp45 ribu per porsi.
Contohnya nasi telur orak arik kecombrang harga per porsinya Rp 11.855, nasi ayam kecombrang peket hemat, hanya dihargai Rp15,455.
Harga dan cita rasa ini yang membuat pengunjung warung Taburai selalu ramai sampai menjelang tutup pukul 01.00 dini hari.
Salah seorang pengunjung, Aswin, mengaku penasaran dengan Warung Taburai ini. Kalau di Jakarta sudah cukup dikenal dan tersebar di beberapa lokasi.
Di Kemang Jakarta Warng Taburai menjadi tempat nongkrong para selebritis sambil menikmati paket hemat.
Mendengar Taburai membuka cabang di Surabaya, Aswin jadi penasaran.Jauh jauh dari rumahnya di kawasan HR Muhammad, Aswin mengajak istrinya, Aini dan putra bungsu Harsa untuk mencicipi masakan Warung Taburai yang baru buka di Jl Mulyosari Surabaya Timur tersebut.
Rasanya sama dengan cerita temannya di Jakarta atau tidak. Maka ia mencoba menu ikan bakar taburai dan nasi ayam goreng kecombrang.
"Enak, cita rasanya khas, masakan Padang bukan, Manado bukan, Jawa Timur juga bukan. Aroma rempah rempahnya sangat terasa," kata Aswin sambil mengunyah ikan bakar taburai, sama dengan menu yang dipesan istrinya.
Resep Asli Dari Mendiang Ibu.
Praz Teguh mengklarifikasi, bahwa rumah makannya bukan rumah makan masakan minang tetapi menawarkan menu masakan rumahan dari almarhum ibunya.
“Saya tegaskan lagi ini bukan masakan Padang atau Kapao tapi ini masakan rumahan dari almarhumah ibu saya,” katanya.
Penegasan itu ditulis dinding warungnya dengan tulisan yang mencolok sebagai penghargaan pada mendiang ibunya. Tulisan itu berbunyi; " Raga Ibu Pergi Resep Ibu Abadi." di sisi tulisan itu dilengkapi gambar almarhumah ibunya.
Komedian berusia 33 tahun itu menyebut salah satu menu rekomendasinya adalah ayam kecombrang goreng dan ayam kecap dengan resep khasnya.
Serta terdapat menu nikmat lain seperti paru ojo, tunjang lado ijo, hingga sajian minuman khas Timun Nanas atau Timnas.
Warung Taburai menawarkan menu masakan rumahan yang sangat beragam dan bervariasi sesuai selera pengunjung. Tetapi ada menu-menu yang jadi andalan seperti menu nasi ayam kecap taburai yang menawarkan rasa gurih nikmat disantap dengan nasi.
Kemudian terdapat menu nasi ayam kecombrang dengan bumbu masakan yang kaya akan rempah dan terasa gurih. Selain itu, terdapat menu-menu nikmat lain yang bisa dipilih seperti dendeng cabe ijo, telur balado, tongkol balado, tunjang cabe ijo, dan lain-lain.
Menariknya setiap pengunjung yang memesan makanan akan merasakan nasi yang disiram kuah kari nikmat. Pengunjung juga bisa memilih menu makanannya baik secara satuan atau paket yang telah tersedia.
Sekilas, penyajiannya seperti nasi Padang, nasi disajikan dengan bumbu, sambal, dan pelengkap lainnya. Namun, Praz Teguh menyebut bahwa makanan yang ditawarkan bukan lah nasi Padang.
Kisah Di Balik Berdirinya Warung Taburai
Warung Taburai masih terbilang baru. Meski begitu, rumah makannya sudah didatangi pengunjung karena kelezatan makanannya. Ini semua berkat resep yang diwariskan oleh mendiang sang ibu.
Kata Prazketika ibunya meninggal dunia, ibunya meninggalkan resep masakan kepada sang istri Qorry Rizky atau yang akrab disapa Ayi.
"Waktu ibu meninggal, yang ditinggalkan bukan harta, Tapi ibu ninggalin beberapa resep makanan ke istri biar saya masih bisa makan dengan lahap," ujarnya
Resep warisan dari mendiang ibu kemudian dipraktekkan sang istri saat menyajikan makanan sehari-hari di rumah. Kemudian, terpikirkan untuk membuka rumah makan.
Mendiang ibunya dan istrinya pernah membicarakan keinginan mereka untuk membuka rumah makan.
Karenanya, Praz Teguh membuka rumah makan tersebut sebagai bentuk hadiah ulang tahun untuk istrinya dan mendiang ibunya.
"Selamat ulang tahun mami @ayiqorry sekalian kadonya @warung_taburai obrolan kamu dan ibu sebelum tidur pengen buka warung makan. Ini buat kalian," ujar Praz Teguh di instagramnya.
Arti Taburai
Taburai' memiliki arti terburai, untuk mendiskripsikan teksturnya nasinya. Nasinya menggunakan beras pera, sehingga terburai ketika dipadukan dengan lauk.
Penggunaan nasi ini juga mirip dengan nasi Padang yang memakai beras Solok, tetapi Praz Teguh lagi lagi mengklarifikasi ini bukan nasi Padang.
Ayam Kecombrang Jadi Menu Favorit
Aswin juga mencicipi menu Nasi Ayam Kecombrang. Ada dua pilihan, bisa menggunakan ayam negeri atau ayam kampung. .Ayam gorengnya disajikan dengan kremesan rempah bercampur bunga kecombrang.
Kecombrang adalah salah satu jenis rempah yang sering dipakai sebagai bumbu masakan karena rasa serta aromanya yang segar dan unik.
Bunga honje ini memiliki aroma khas, serta kaya akan nutrisi dan antioksidan yang dipercaya mampu mencegah berbagai penyakit.
"Bunga kecombrangnya diiris sangat tipis, tetapi tetap terasa kuat dan aromatik. Daging ayamnya empuk, gurih asin, dan ada jejak rasa ketumbar pada kremesan rempahnya," ujar Aini yang memiliki hobi yang sama dengan suaminya pemburu kuliner.
Uniknya, meskipun tersedia bumbu rendang sebagai pelengkap, tetapi rumah makan milik Praz Teguh tidak menawarkan menu rendang dagingnya. Jadi, hanya menyediakan bumbu sebagai pelengkap saja.
Para pengunjung selain nemuji kelezatan masakannya juga memberi acungan jempol pada para karyawan Warung Taburai yang ramah dan murah senyum.