Warga Pati ke Gedung KPK: Buka Dapur Umum, Tagih Proses Dugaan Korupsi Sudewo
Ratusan warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merapat ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta sejak Senin 1 September 2025.
Kedatangan mereka menjadi viral lantaran membawa peralatan masak sendiri, mulai dari dandang, gas, wajan, hingga bahan sayur untuk memasak bersama.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa yang akan digelar pada 2–3 September 2025, dengan tuntutan utama agar KPK segera menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya.
Donasi dan Persiapan Aksi
Sebelum berangkat, warga Pati melakukan penggalangan donasi melalui posko yang dibuka di depan Kantor Bupati Pati serta di sekitar Gedung DPRD Pati. Posko tersebut menerima donasi dalam bentuk uang, logistik, hingga armada transportasi.
“Menerima donasi bisa uang, bisa armada, bisa truk, bisa pick up, bus, dan lain-lain,” kata Fatih, salah satu koordinator aksi.
Sebanyak 10 bus diberangkatkan pada Minggu sore 31 Agustus 2025, membawa ratusan massa menuju Jakarta.
Setibanya di parkiran Gedung Merah Putih KPK, warga Pati mendirikan dapur mandiri untuk kebutuhan makan siang. Agenda mereka tidak hanya unjuk rasa, tetapi juga akan menggelar sholawatan serta sowan ke gedung KPK sebelum kembali pulang.
“Pagi ini dapat kabar masyarakat Pati akan menggelar sholawatan dan sowan ke KPK. Setelah itu mereka juga akan masak bersama sebelum pulang,” demikian informasi yang dikutip dari akun X @barengwarga.
Latar Belakang Aksi
Sebelumnya, AMPB juga menggelar aksi besar pada 13 Agustus 2025 di Pati, menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Aksi tersebut berujung ricuh, sehingga hingga kini puluhan aparat masih berjaga di sekitar Kantor Bupati Pati dan Gedung DPRD.
Melalui aksi di Jakarta ini, warga berharap KPK segera memproses kasus dugaan korupsi yang menjerat Sudewo. Selain itu, mereka juga ingin menunjukkan dukungan penuh agar lembaga antirasuah tetap independen dalam menangani kasus tersebut.