Wah..Mojokerto Putra Ingin Main di Kandang Persebaya
Mojokerto : Tuan rumah babak delapan besar Liga 2 masih menjadi teka-teki. Sejumlah tim ngotot ingin bidding tetap dilakukan, meski PSSI sempat melontarkan wacana menggelar pertandingan di tempat netral.
Yang paling berbeda adalah PS Mojokerto Putra. Salah satu pemain senior tim berjuluk Laskar The Mojo, Djayusman Triasdi justru ingin Persebaya menjadi tuan rumah babak delapan besar, "Mudah-mudahan Persebaya yang jadi tuan rumah, biar kami bisa main di Surabaya, " harapnya.
Di babak delapan besar nanti, Mojokerto Putra memang berada satu grup dengan Persebaya, PSIS Semarang dan PSPS Pekan Baru. Dari empat tim ini cuma Mojokerto yang tidak mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Salah satu faktor Stadion Gajah Mada, Mojosari masih dalam renovasi.
Bagi Djayusman bermain di Surabaya akan membuatnya lebih termotivasi. Selain itu mantan pemain Persebaya juga rindu bermain di depan bonek, julukan suporter Persebaya, "Pasti saya akan lebih termotivasi. Saya rasa teman-teman yang lain juga, " ucapnya.
Selain itu, jarak Surabaya dan Mojokerto juga tidak terlalu jauh. "Suporter kami juga bisa datang. Selama babak delapan besar mereka juga datang ke Surabaya mendukung kami, " ucapnya.
Selama babak delapan besar, Mojokerto Putra memang menggunakan Stadion Bumimoro Surabaya sebagai homebase, "Bermain di mana saja tidak ada masalah, kamu nurut saja. Saya yakin pemain kami yang punya mental tangguh, " tandas pembina PS Mojokerto Putra, Vigit Waluyo.
Keputusan tuan rumah babak delapan besar sendiri rencanana baru akan dilakukan PT Liga Indonesia baru (LIB) setelah pertemuan dengan klub peserta pada Jumar 20 Oktober, besok. Wacana berkembang, babak delapan besar yang akan menggunakan sistem home tournament ini akan digelar di tempat netral untuk menghindari potensi kerusuhan. tom