Wagub Jatim Luncurkan Kapal Cepat Probolinggo-Madura
Penantian publik terhadap moda transportasi laut Probolinggo-Madura dengan tarif terjangkau akhirnya terjawab. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, resmi meluncurkan layanan trans laut kapal cepat yang melayani rute Probolinggo-Kalianget, Sumenep, Madura.
Peresmian Kapal Cepat Express Bahari 8B itu digelar di Pelabuhan Delta Arta Bahari Nusantara (DABN), Kota Probolinggo, Rabu, 10 Desember 2025. Tampak hadir jajaran pejabat Pemprov Jatim serta jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Probolinggo.
“Syukur alhamdulillah, hari ini Trans Laut Jatim bisa diluncurkan. Mudah-mudahan bisa meningkatkan konektivitas kawasan Tapal Kuda dengan Madura,” kata wagub.
Usai peresmian, Wagub Emil bersama rombongan meninjau bagian dalam kapal berkapasitas 360 penumpang itu. Kapal dengan panjang sekitar 28 meter dan lebar 6,8 meter itu juga mengizinkan setiap penumpang membawa 40 kilogram barang bawaan.
Diharapkan potensi wisata semakin terdongkrak dengan kehadiran kapal cepat itu. Sebab kapal itu melewati dan menyinggahi sejumlah pulau yang dikenal karena keindahan wisata baharinya.
Dengan tarif promo selama bulan Desember 2025 ini, Wagub Emil berharap masyarakat bisa memanfaatkan kapal tersebut untuk berwisata dan berlibur pada akhir tahun.
“Silakan kalau mau mengajak keluarga berlibur, mau ke Giliketapang, Probolinggo hingga pulau-pulau kecil di sekitar Madura,” ungkapnya.
Sesuai jadwal, kapal cepat itu beroperasi Senin-Kamis dengan rute Probolinggo-Giliketapang, Gilimandangin, Pulau Branta (Pamekasan) Pergi-Pulang (PP).
Khusus hari Jumat, kapal cepat itu tidak beroperasi karena digunakan untuk perawatan armada. Sabtu-Minggu kapal kembali beroperasi dengan rute diperpanjang hingga Gili Iyang dan Kalianget (Sumenep).
Selama bulan promosi, tarif kapal cepat dipatok mulai Rp6.700 yang terendah hingga Rp14.800. Tarif kapal cepat akan kembali normal mulai Januari 2026 mendatang. Yakni, dengan tarif Rp30.000-Rp 60.000 untuk rute dekat-menengah, hingga Rp 175.000 untuk rute terjauh seperti Kalianget atau Gili Iyang.