Update Terbakarnya KM Mutiara Nusantara 2 Di Perairan Madura 41 Penumpang Belum Ditemukan
Sebanyak 41 orang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makasar masih hilang usai kebakaran melanda kapal yang mereka naiki, Minggu (2/8/2025). Sedangkan lima penumpang kapal ditemukan meninggal dunia. Petugas SAR berhasil mengevakuasi sebanyak 225 orang penumpang kapal dalam keadaan selamat.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura "Pukul 16.00 WIB, korban terevakuasi lima orang meninggal dunia dan 225 orang selamat," kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, dikutip Senin 3 Agustus 2026 dinihari.
Berdasarkan data manifes, kapal itu mengangkut 271 orang penumpang. Dengan demikian, masih ada 41 orang yang masih dalam pencarian. "Sebanyak 41 orang masih dalam pencarian," ungkap Nanang.
Sejumlah Penumpang Melompat ke Laut Tim SAR belum merinci identitas para korban. Adapun korban-korban dievakuasi menggunakan lima kapal berbeda. Diketahui Kapal KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makasar mengalami kebakaran pada Minggu (2/8/2026). Peristiwa terjadi di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyampaikan laporan kebakaran diterima pada pukul 08.25 WIB. Tim langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang. "Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," kata Nanang.
Pemerintah Segere Lakukan Investigasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) memastikan pemerintah segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep. Ia menegaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan turun langsung menyelidiki kejadian tersebut.
AHY menyampaikan belasungkawa dan mengungkapkan secara mendalam atas kejadian tersebut, serta berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim Search and Rescue (SAR) disebut masih terus memastikan proses evakuasi dan verifikasi data penumpang kapal.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” kata AHY di Bangkalan, Jawa Timur.
AHY menegaskan pemerintah akan segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Pemerintah segera meluncurkan penyelidikan, karena kita harus tahu apa penyebab kejadian tersebut,” tegasnya.
Kata AHY pentingnya pengecekan ulang terkait aspek kondisi kapal, sumber daya manusia terkait personel dan penumpang, serta cuaca.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan perlu waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” jelar putra. Sulung Presiden RI ke-6 SBY.