Update Banjir Bali: BNPB Sebut Jumlah Korban Meninggal 16 Orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Hingga Jumat, 12 September 2025, tercatat 16 orang meninggal dunia.
Rinciannya, 14 korban telah ditemukan, sementara 2 orang lainnya masih dalam pencarian. Korban meninggal tersebar di beberapa wilayah, yakni: Kota Denpasar: 8 jiwa, Kabupaten Gianyar: 3 jiwa, Kabupaten Jembrana: 2 jiwa, Kabupaten Badung: 1 jiwa Sedangkan dua warga yang masih hilang teridentifikasi di Kota Denpasar.
Ribuan Warga Mengungsi
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, sebanyak 562 warga mengungsi akibat banjir. Rinciannya: Kabupaten Jembrana: 327 jiwa, Kota Denpasar: 235 jiwa.
Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, musala, dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.
Bantuan Logistik BNPB
Untuk mendukung pelayanan warga di pengungsian, BNPB menyalurkan bantuan berupa: 200 lembar selimut, 200 lembar matras, 300 paket sembako, 50 unit tenda keluarga, 2 unit tenda pengungsi.
Selain itu, BNPB juga menurunkan 1 unit perahu karet, 1 mesin, dan 3 unit pompa air untuk membantu penanganan banjir.
120 Titik Banjir di Bali
BPBD Provinsi Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang tujuh kabupaten/kota di Bali. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, yakni 81 titik. Sementara itu, Kabupaten Gianyar mencatat 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem 4 titik, Jembrana 4 titik, dan Klungkung di Kecamatan Dawan.
Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di beberapa daerah dengan rincian:
Kabupaten Karangasem: 12 titik
Kabupaten Gianyar: 5 titik
Kabupaten Badung: 1 titik
Tanggap Darurat Masih Berlangsung
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan tanggap darurat dengan fokus pada pencarian korban hilang, penanganan banjir, serta pelayanan warga di pos pengungsian.
BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi pascabencana hidrometeorologi basah yang terjadi sejak Rabu, 10 September 2025.