Efisiensi, Target PTSL 2025 di Bondowoso Turun Drastis
Pembuatan sertifikat tanah gratis melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2025 di Bondowoso ditargetkan hanya 6 ribu bidang tanah. Target ini turun drastis dari PTSL tahun sebelumnya mencapai 27 ribu bidang tanah.
"Penurunan target sertifikasi tanah gratis melalui PTSL 2025 di Bondowoso, ini karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat," kata Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bondowoso, Zubaidi, Jumat 9 Mei 2025.
Padahal, menurut dia, awalnya ATR/BPN Bondowoso merencanakan target PTSL 2025 sebanyak 20 ribu bidang tanah. Rencana jumlah target ini menurun 7 ribu bidang tanah dari PTSL 2024.
"Tapi, begitu adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, target awal PTSL 2025 yang direncanakan ATR/BPN Bondowoso dikurangi lagi hingga turun drastis menjadi 6 ribu bidang tanah," jelasnya.
Sasaran target pembuatan sertifikat tanah gratis program PTSL 2025 di Bondowoso sebanyak 37 desa tersebar di sejumlah kecamatan. Terdiri dari desa lama yang pernah menerima program PTSL dan desa yang baru menjadi sasaran PTSL.
"Hingga awal Mei 2025, progres penerbitan sertifikat tanah gratis program PTSL sudah mencapai 4.587 bidang tanah atau sekitar 75 persen dari target. Kami optimistis dalam waktu tidak lama target tercapai 100 persen," terang Zubaidi.
Menurut dia, masyarakat Bondowoso antusiasme mengikuti program PTSL yang digencarkan sejak 2016 oleh Presiden Joko Widodo ini. Namun, masih ada kendala klasik kesadaran masyarakat menyertifikatkan tanah, karena menganggap tanah milik bersama meskipun ada bangunan di atas tanah.
"Padahal, jika bidang tanah sudah ada bangunan, legalitas kepemilikan tanah sangat penting dengan memiliki sertifikat hak milik. Ini agar jelas tanah milik siapa dan menghindari sengketa tanah," ujarnya.
Sekadar mengetahui, program PTSL 2023 di Bondowoso menyasar 45 ribu bidang tanah. Pada 2024 sasaran PTSL turun menjadi 27 ribu bidang tanah. Dan, sasaran PTSL 2025 menurun drastis menjadi 6 ribu bidang tanah.