Tuntaskan Gerak Syariah 2026, OJK Kediri Ajak Warga Disiplin Keuangan Usai Lebaran
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menekankan bahwa momentum Idulfitri harus menjadi titik balik masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur saku keluarga. Konsumsi tinggi selama hari raya seringkali membuat kondisi finansial goyah jika tidak direncanakan dengan matang.
"Mari kita jadikan momen setelah Lebaran ini sebagai awal untuk lebih disiplin, terencana, dan bijak dalam setiap keputusan keuangan, agar kondisi keuangan keluarga tetap sehat dan stabil," ujar Ismirani dalam sambutannya.
Diketahui Sepanjang periode GERAK Syariah, OJK Kediri telah merealisasikan berbagai program edukasi yang inklusif, antara lain, School of Syariah (SOS). Edukasi ini diberikan kepada 200 pelajar SMP di Kabupaten Ngawi.
Kemudian disusul program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) menyasar pada 200 santri di Pondok Pesantren Lirboyo (Kota Kediri) dan Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam (Kabupaten Blitar).
OJK Bincang Santai (OJK BiSa), Edukasi daring mengenai pasar modal syariah. Edukasi Media talkshow rutin mengenai waspada penipuan transaksi, pengelolaan THR, hingga penggunaan paylater yang bijak.
Tak sekadar teori, program ini memberikan dampak konkret pada peningkatan inklusi keuangan. Tercatat sebanyak 400 rekening tabungan syariah baru berhasil dibuka oleh para peserta dari kalangan pelajar dan santri. Langkah ini menjadi fondasi penting agar generasi muda mulai terbiasa menggunakan layanan jasa keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Disamping sisi edukasi, OJK Kediri juga menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan bertajuk “Menebar Kebaikan dan Menuai Keberkahan”. Kegiatan ini meliputi pemberian santunan kepada anak yatim. Pembagian 150 paket takjil
Melalui keberhasilan GERAK Syariah tahun ini, OJK Kediri berkomitmen untuk terus mendorong literasi keuangan yang berkelanjutan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan yang lebih luas.