Topaz Annual Consert 2026, Tampilkan Gitaris Klasik Hingga Dramer Yunior .Berbakat
Topaz Annual Consert 2026 didominasi musisi muda berbakat. Meskipun masih tergolong anak anak dengan usia , 9 hingga 14 tahun, penguasaan terhadap alat musik yang dimainkan, mengundang decak kagum para pengunjung
"Masih bocil ( bocah cilik) tapi mereka telah memiliki performa yang baik sebagai dasar menjadi musisi berkelas " puji salah seorang pengunjung sambil mengarahkan kamera gadgetnya pada seorang drumer cilik yang tampil memukau di Galeri Yamaha Citra Land Jakarta Barat.
"Saya juga suka bermain musik, tapi yang paling saya senangi drum," ujar Nia, seorang asal Surabaya.
Ia akhirnya bercerita waktu di SMA Negeri 2, Kompleks Wijaya Kusuma Surabaya, menjadi anggota grup band sebagai drumer.
"Saya dulu tukang gebug drum, drumer idola saya kala itu John Bonham (Led Zeppelin)," kenang Nia.
Selain drumer kawakan kelas dunia itu , ia juga mengagumi Neil Peart (Rush), Travis Barker (Blink-182), dan Stewart Copeland (The Police). Sedang di Indonesia, Nia menyukai Yoyo drumer Padi, Gusti Hendy (Gigi), dan Bimbim (Slank)
Alasannya menggumi drumer papan atas itu karena teknik canggih, alur poliritmik, dan pengaruh besar pada musik rock.
“Saya perhatikan anak anak yang ikut konser solo ini musisi berbakat. Performennya bagus dan keberanian mereka tampil merupakan poin tersendiri, tinggal memoles dan disiplin berlstiih yang harus dijaga. Guru di Yamaha Topaz Music School, hebat hebat kok mereka dulunya musisi juga," ujar Nia. Ia terpaksa meninggalkan konser lebih awal karena ada acara lain.
Panitia penyelenggara Topaz Annual Consert 2026 kepada ngopibareng.id menjelaskan, konser ini bertujuan mengapresiasi kemampuan selama belajar di Yamaha Topaz Music School ( YTMS ).
Peserta yang mendaftar konser cukup banyak, hampir 100 siswa YTMS Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Tetapi menjelang pelaksanaan, beberapa siswa mengundurkan diri .Ada yang beralasan kurang siap, malu tampil di muka umum dan mundur karena tidak ada yang mengantar, karena orang tuannya tugas di luar kota.
Seluruh peserta konser, termasuk yang mengundurkan diri, sudah direkomendasi oleh gurunya. Artinya dari segi teknis maupun performa, mereka layak untuk tampil. Yang membuatnya tidak pede salah satunya belum bisa melawan rasa malu.
Konser tahunan ini di bagi dalam beberapa katagori, antara lain piano, organ, , gitar elektrik , gitar klasik gitar akustik dan drum dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 19 siswa.
“Dibanding yang lain, drum tingkat kesulitannya cukup tinggi selain piano. karena kedua tangan dan kaki harus berkolaborasi dengan baik. Karena itu dalam grup band drummer selalu menarik perhatian perhatian, “ujarnya.
Salah seorang guru pembimbing YTMS, Jakarta, Endro menlai siswa yang tampil pada konser performa rata rata cukup baik "Berani tampil dan bermain musik sendiri dengan ditonton banyak memerlukan keberanian.
"Berani tampil di depan umum seperti ini bagi saya sebagai pembimbing sudah luar bisa," kata Endro.
Endro yang guru drum Yamaha Topaz Scool Jakarta dan Bekasi itu lebih jauh menyampaikan, dunia musik menjadi bagian dari hidupnya. Waktu masih muda pernah bermain drumer di beberapa grup band, setelah tidak ngeband pilih jadi guru.
Endro hadir di Topaz Annual Consert 2026 mendampingi 9 anak didiknya. Ia terlihat mengatur kursi dan mengatur jarak kaki siswa dengan bas drum supaya bisa tampil dengan nyaman.
"Setiap peserta tampil dengan membawakan satu lagi pilihannya dengan durasi sekitar 3,5 menit,," kata Endro kepada ngopibareng.id di Galeri Yamaha Music Citra Land land Kamis 30 April 2026.
Salah seorang peserta, Kenes Kawuryan Astagina, mengaku baru pertama kali tampil di depan umum. "Jujur saya tadi awalnya sempat grogi, tapi Alhamdulilah dapat menyelesaikannya dengan baik," kata Kenes.
Siswa kelas IV SD Islam Al Azhar 5 Kemamdoran Kebayoran Lama Jakarta Selatan, belajar drum karena terinspirasi penampilan drumer Hallo Band yang enerjik.
"Saya belajar main drum di Yamaha Topaz Music Scool baru satu tahun, saya bercita cita ingin menjadi drumer terbaik wanita Indonesia," kata Kenes.
ia berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang katanya selalu mensuport. Di sekolah ekskul pilihan Kenes di antaranya sains, panahan dan musik.
Sementara di kelompok gitar klasik terdapat peserta tertua. Dia adalah Brigjen Purnwirawan Yudi Sutarna. Pensiunan Kemenhan tahun 2020 . Ia terlihat asik asik saja berbaur dengan anak anak.
Tampil solo dengan sebuah lagu dari album Ludwig van Beethoven, yakni komposer dan pianis jenius asal Jerman yang dianggap sebagai salah satu musisi terhebat dalam sejarah.
"Saya hanya ingin menikmati masa penasiun sambil bermain musik untuk menghibur diri," kata jendral berbintang satu didamping istri dan putrinya..
Selain belajar gitar klask ia juga belajar drum di Yamaha Topaz Music Scool. 'Musik itu suara hati tidak mengenal usia," ujarnya.