Tiga Skenario Operasional Disiapkan ASDP Ketapang Hadapi Libur Nataru
ASDP Ketapang menyiapkan 53 armada kapal penyeberangan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Kapal-kapal tersebut akan dioperasikan dengan skema operasi yang disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus penumpang di lintasan yang menghungkan Jawa dengan Bali ini.
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Ardhi Ekapaty, mengatakan, Posko Nataru di ASDP Ketapang dilaksanakan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Menghadapi libur Nataru ini ASDP mengoptimalkan kesiapan armada, sarana, prasarana serta pelayanan kepada pengguna jasa.
"Kami menyiapan 53 armada kapal dan 16 dermaga masing-masing 8 di Ketapang dan 8 di Gilimanbuk yang siap beroperasi melayani dari Ketapang ke Gilimanuk di kedua sisi selama Nataru," jelasnya, Sabtu, 20 Desember 2025.
Dari 53 kapal yang disiapkan, ada tiga skenario operasional yang akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi kepadatan arus penumpang dan kendaraan. Pada kondisi normal, dioperasikan 28 kapal. Ketika kondisi arus penumpang padat maka akan dioperasikan 30 kapal.
"Skenario berikutnya, di kondisi sanggat padat kita mengoperasikan 32 kapal yang beroperasi," tegasnya.
Selain itu, menurutnya, ASDP juga menyiapkan tiga strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama libur Nataru ini. Pertama pengendalian layanan tiket. ASDP memastikan kuota kendaraan pada sistem reservasi ferizy dalam kondisi aman serta sesuai kapasitas dan daya angkuta kapal.Β
Berikutnya, kata dia, penguatan operasional pelabuhan dan berkoordinasi dengan stakeholder serta operator pelayanan untuk percepatan dan komitmen dalam menjaga jadwal operasional kapal.Β
Terakhir, melakukan sinergi lintas instansi dalam hal ini stakeholder setempat mulai dari TNI, Polri, KSOP, BPTD, Dinas Perhubungan Banyuwnagi maupun Jembrana untuk siap siaga dalam pengaturan kendaraan, menyiapkan bufferzone serta pengaliha lalu lintas pengguna jasa guna menjaga keselmatan kelancaran di dalam dan di luar pelabuhan.
Dia mengimbau masyarakat untuk memastikan telah memiliki tiket maksimal H-1 sebelum keberangkatan. Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, mengisi identitas dengan data yang lengkap dan valid.
"Kami minta masyarakata mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama," ujarnya.
Β
Advertisement