Tiga Laga, Tiga Kemenangan: Rekor Sempurna Michael Carrick di MU
Michael Carrick mencatatkan rekor impresif bersama Manchester United usai membawa timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham pada matchday ke-24 Premier League di Stadion Old Trafford, Minggu 1 Januari 2026. Kemenangan ini membuat Carrick menorehkan rekor 100 persen menang dari tiga pertandingan sebagai pelatih interim.
Hasil tersebut menjadi kemenangan ketiga beruntun Manchester United di bawah arahan Carrick pada periode keduanya menangani Setan Merah. Sebelumnya, MU sukses menaklukkan Manchester City 2-0 dan mengalahkan Arsenal 3-2, dua tim papan atas Liga Inggris dan kandidat juara musim ini.
Kemenangan beruntun mantan gelandang bertahan saat Manchaster United posisi pelatih era Alex Ferguson ini, menjadi catatan sempurna Carrick yang tentu menyamai torehan Ruben Amorim.
Amorim menjabat sebagai pelatih MU sejak November 2024 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih asal Portugal itu mencatatkan rekor kemenangan terpanjang pada Oktober 2025, saat MU mengalahkan Sunderland, Liverpool, serta Brighton and Hove Albion.
Nama Michael Carrick pun kian diperhitungkan setelah tiga kemenangan beruntun tersebut, terlebih karena diraih dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Manchester City dan Arsenal.
MU Catat Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang Sejak 2022
Kemenangan atas Fulham tak hanya berarti penting bagi Carrick, tetapi juga bagi skuad Bruno Fernandes dkk. Manchester United kini mencatatkan tujuh laga tanpa kekalahan di Liga Inggris, rekor terpanjang mereka sejak Februari 2022.
Dalam tujuh pertandingan terakhir Premier League, MU meraih empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Hasil positif tersebut mengangkat Manchester United ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 41 poin, terpaut lima poin dari Aston Villa yang berada di posisi ketiga.
Meski demikian, MU masih mendapat tekanan ketat dari Chelsea dan Liverpool yang menguntit di peringkat kelima dan keenam.
Pada laga melawan Fulham, Manchaster United menjadi kemenangan dramatis. Tak hanya sekadar meraih tiga poin, tapi gol di menit-menit akhir, menjadikan Setan Merah kembali Berjaya. Gol penentu di menit akhir disebutnya sebagai simbol karakter dan mentalitas tim.
Manchester United sempat unggul lewat gol Casemiro dan Matheus Cunha, sebelum Fulham berbalik memimpin melalui penalti Raul Jimenez dan tendangan keras Kevin. Situasi berubah ketika Benjamin Sesko mencetak gol kemenangan memanfaatkan umpan silang kapten Bruno Fernandes.
Padahal, lawan yang dihadapi, yaitu Fulham adalah tim yang sangat bagus. Sebelum bermain, Carrick sudah berpesan ke para pemain sepanjang pekan bahwa kami tidak bisa menganggap enteng lawan yang dihadapi siapa pun.
Sementara Benjamin Sesko, penyerang Manchaster United, menyatakan, bahwa gol di menit ke 90+4 menghadirkan emosi besar bagi seluruh elemen klub.”Ini gol yang sangat emosional,” ujarnya dikutip di Instagramnya.