Terciduk... Perusak Masjid di Jogjakarta, Ternyata Ini Penyebabnya
Para pelaku perusakan masjid Quwwatul Islam, Cokrodirjan, Jogjakarta yang sempat menghebohkan dan mengundang kemarahan umat Islam dini hari tadi, akhirnya bisa ditangkap. Sekarang pelaku sedang diproses di Polresta Yogyakarta Selasa (10/10).
Kronogi kejadian, Senin (9/10) pukul 00.30 WIB, dua takmir masjid lagi duduk-duduk di beranda masjid. Tiba-tiba ada seseorang dan anjing masuk. Anjing itu lalu dihalau takmir.
Rupanya, ada yang tidak terima. Tak lama kemudian, ada sejumlah orang datang dan teriak-eriak. Mereka bahkan mendobrak pintu masjid.
Saat para perusuh itu maksa masuk, mereka merusak apa saja yang ada di masjid. Takmir pun tak lepas dari kemarahannya. Takmir dilempar kursi.
Walau takmir menghindar, para perusuh terus mengejar para takmir masjid dan mengobrak-abrik seisi masjid. Saat takmir lari ke luar masjid, pun mereka terus beringas. Melemparkan sepeda ke arah takmir.
Tak cuma sampai di sini. Para pelaku memanggil kawan-kawannya di gang Cokrodirjan. Lalu beramai-ramai mengejar takmir masjid.
Atas hancurnya masjid ini, sontak malam itu juga membuat marah umat Islam. Malam itu juga para perusuh diburu. Menjelang dini hari, pelaku sudah bisa ditangkap.
Masjid di pinggir Jl. Mataram, atau depan Hotel Melia Purosani, pusat kota Yogyakarta ini, tergolong bersejarah. Apalagi, rencananya, Selasa (10/10) malam pukul 19.30 nanti akan digelar Tabligh Akbar Elemen Forum Umat Islam dengan pembicara Ustadz Umar Said.
Sedang didalami polisi dan sejumlah umat Islam. Kejadian ini murni soal anjing yang masuk dan pemiliknya yang marah. Atau ada upaya cara-cara oknum tertentu untuk membubarkan pengajian umat Islam.
Polisi juga belum mengungkap identitas para pelaku. Hanya sejumlah foto penanggapan perusuh beredar viral di medsos. (*)