Tercemar Toksin Cereulide, BPOM Larang Peredaran Formula Bayi -26 Promil Gold pHPro 1 Nestle
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluarkan perintah penghentian distribusi dan importasi pada formula bayi -26 Promil Gold pHPro 1. Formuls ini diperuntukkan bayi berusia 0-6 bulan dari produsen Nestle Suisse SA (Swiss).
Melansir keterangan resmi BPOM RI yang diunggah melalui akun Instagram, BPOM menerima notifikasi peringatan keamanan pangan global dari jaringan internasional (EURASFF & INFOSAN) mengenai peringatan keamanan pangan global produk formula bayi.
"Terdapat potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku ARA oil tertentu yang digunakan dalam produksi," tulis @bpom_ri dikutip Sabtu 17 Januari 2026.
Berdasarkan hasil uji BPOM RI, produk bets terdampak memang diimpor di Indonesia. Namun, hasil uji laboratorium tidak mendeteksi toksin cereulide.
"Langkah penarikan dilakukan karena mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan bayi sebagai pengguna produk formula tersebut," tegasnya.
BPOM pun memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk.
PT Nestle Indonesia juga telah melakukan penarikan sukarela atau voluntary recall dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM.
Akibatkan Gangguan Serius Pada Organ Tubuh
Cereulide adalah racun (toksin) yang dihasilkan oleh beberapa strain bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab keracunan makanan, terutama tipe emetik atau muntah.
Otoritas Keamanan Pangan Irlandia (The Food Safety Authority of Ireland/FSAI) menjelaskan bahwa cereulide dapat terbentuk lebih dulu dalam makanan dan memiliki sifat yang sangat tahan panas.
Artinya, racun ini tidak mudah rusak meskipun makanan telah melalui proses pemanasan atau pengolahan.
Mengutip National Library of Medicine, konsumsi makanan yang mengandung cereulide dapat menyebabkan mual dan muntah hebat. Gejala biasanya muncul cepat, bahkan dalam waktu kurang dari lima jam setelah konsumsi.
Dalam kasus tertentu yang jarang, paparan cereulide dalam dosis tinggi juga dikaitkan dengan gangguan serius pada organ tubuh. Sejumlah penelitian menyebutkan racun ini dapat memengaruhi saluran cerna, hati, pankreas, ginjal, hingga sistem saraf.
Namun, kejadian berat seperti ini umumnya berkaitan dengan paparan toksin dalam jumlah besar.
Mengutip New Food Magazine, Nestle menyatakan penarikan dilakukan setelah terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku yang disuplai pemasok.
Perusahaan kemudian melakukan pengujian menyeluruh terhadap minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak lain yang digunakan dalam produksi susu formula bayi.
"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat. Nestle menanggapi semua pertanyaan konsumen dengan sangat serius dan sedang menyelidikinya," tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, Rabu 14 Januari 2025
FSAI mengimbau orang tua, wali, dan pengasuh yang memiliki produk dari batch yang ditarik agar tidak memberikannya kepada bayi atau anak. Kode batch dapat ditemukan pada bagian dasar kemasan atau sisi wadah produk.