Tanzania Bantah WHO soal Penyebaran Virus Marburg di Negaranya
Pemerintah Tanzania membantah kabar yang disampaikan World Organization Health (WHO atau Badan Kesehatan Dunia) soal penyebaran virus Marburg di negaranya. Dikutip dari pemberitaan di lama WHO, Kamis 16 Januari 2025.
Merespons pemberitaan berjudul "WHO support for Tanzania’s response to suspected Marburg virus disease outbreak", Tanzania menegaskan tidak ada seorang pun di negaranya yang dinyatakan positif terjangkit virus Marburg. Hal ini disampaikan setelah WHO mengatakan, ada delapan orang di wilayah barat laut Tanzania diyakini telah meninggal karena virus Marburg.
Kementerian Kesehatan Tanzania membantah keberadaan virus Marburg yang mirip Ebola di negara itu, dan mengonfirmasi bahwa uji laboratorium terhadap kasus-kasus yang diduga penyakit mematikan di wilayah Kagera menunjukkan hasil negatif.
"Hingga 15 Januari 2025, hasil laboratorium untuk semua orang yang diduga terjangkit virus Marburg negatif," tegas Menteri Kesehatan Tanzania, Jenista Mhagama.
Gejala
WHO mengatakan telah menerima laporan tentang kasus-kasus yang diduga terjangkit virus Marburg di wilayah Kagera, pada 10 Januari 2025. Para korban menunjukkan gejala-gejala khas Marburg, termasuk sakit kepala, demam tinggi, nyeri punggung, diare, muntah darah, kelemahan otot, dan perdarahan luar.
Tingkat Kematian
Virus ini memiliki tingkat kematian hingga 88 persen dan berasal dari keluarga virus yang sama dengan virus yang menyebabkan Ebola, yang ditularkan ke manusia dari kelelawar buah yang endemik di beberapa wilayah Afrika Timur.
Sebelumnya, Tanzania mengalami wabah Marburg pertamanya pada tahun 2023, dengan mencatat sembilan kasus, termasuk enam kematian, di daerah yang sama.