Stok Melimpah, Mantan Wabup Jember Minta Distribusi BBM Tetap diawasi
Wakil Bupati Jember periode 2016-202, Abdul Muqit Arif mengapresiasi langkah cepat Pertamina dalam mengatasi krisis BBM, di Kabupaten Jember. Kendati demikian, Muqit meminta proses distribusi tetap harus diawasi.
Muqit mengatakan peran Pemkab Jember dan Pertamina sudah maksimal dalam mengatasi persoalan krisis BBM di Jember. Diketahui krisis BBM di Jember terjadi pasca penutupan jalur gumitir, pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Sejak saat itu, Pertamina berusaha menjaga suplai dengan mengerahkan 86 mobil tangki. Namun, upaya tersebut belum maksimal, sehingga masih terjadi antrean panjang di seluruh SPBU di Jember. Sebagian bahkan memilih tidur di SPBU karena ingin mendapatkan BBM segera begitu ada truk pengangkut BBM datang.
Antrean panjang mulai hilang setelah Pertamina mengerahkan 93 mobil tangki. Pengiriman berasal dari Malang, Surabaya, DIY, dan Jateng. Dengan amannya stok BBM, Muqit berharap masyarakat tetap memahami kondisi dengan tidak melakukan penimbunan.
"Saya kira usaha dari Pertamina dan pemerintah sudah maksimal. Masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi ini dan yang sangat penting, jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi," kata Muqit, Rabu, 30 Juli 2025.
Muqit menyesalkan adanya praktik penimbunan dan penjualan dengan harga tinggi saat krisis terjadi. Muqit melihat ada tengkulak yang menjual BBM pertalite seharga Rp35 ribu per liter.
Karena itu, Muqit berharap pengiriman tersebut dikawal hingga pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bisa berjalan baik. Muqit khawatir pendistribusian BBM tanpa pengawalan berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.
βSaya berharap aparat keamanan memperhatikan masalah ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini,β jelasnya.
Lebih jauh Muqit berharap krisi BBM yang terjadi selama empat hari menjadi hikmah bagi semua pihak. Tidak ada satupun masyarakat yang menghendaki krisis BBM tersebut terjadi, termasuk pemerintah. Sebab, krisis BBM tersebut telah berimbas pada semua orang. Bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga petani, termasuk petani kopi.
βSaat ini orang yang sedang panen kopi kesulitan mengangkut hasil panennya dari ladang ke rumah, karena tidak ada BBM di kendaraan mereka," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait juga mengapresiasi keseriusan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM di Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
Gus Fawait optimis dengan banyaknya stok BBM, perekonomian Jember akan kembali bergerak. Selanjutnya, pihaknya juga akan memastikan ketersediaan stok LPG yang cukup.
βIni ada upaya serius dari Pertamina untuk menyelesaikan kelangkaan BB. Stok BBM di Jember saat ini sebanyak dua kali lipat dibandingkan stok sebelumnya,β katanya
Advertisement