Stabilkan Harga Bawang Merah yang Melambung, APBMI Ikuti Operasi Pasar Murah
Petani Bawang Merah Kabupaten Nganjuk turut serta dalam Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri di Kantor Kabupaten Blitar. Operasi Pasar murah ini digelar pada saat harga bawang merah di Kabupaten Blitar tinggi. Pasar murah ini digelar mulai 14 sampai 16 Agustus 2025.
Ketua Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI) Kabupaten Nganjuk, Akat, mengatakan, keterlibatannya dalam operasi pasar ini untuk menstabilkan harga bawang merah.
"Agar harga bawang merah bisa terjangkau ditingkat konsumen," kata Akat, Jumat, 15 Agustus 2025.
Dalam operasi pasar, APMI menjual bawang merah yang dikemas dalam paket kantong seharga Rp36 ribu. Pada saat ini, menurutnya, harga bawang di tingkat petani antara harga diatas Rp30 ribu sampai Rp36 ribu, sementara harga eceran dipasaran bisa mencapai Rp44 ribu
Senada dengan Akat, Petani bawang merah di desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Fery Deni Setiyawan, mengatakan, harga bawang saat ini biasanya mengacu siaran dari radio Mayangkara. Hari ini harga di pasar Rp48 ribu.
Akat menambahkan, kenaikan harga bawang merah musim tanam ini cukup panjang sehingga menggembirakan petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Masih tingginya harga bawang merah menurutnya dipengaruhi oleh mundurnya musim tanam bawang merah di sentra–sentra produksi bawang merah seperti di Kabupaten Brebes dan Probolinggo.
"Karena pengaruh cuaca, curah hujan yang mundur," jelasnya.
Akat memperkirakan pada bulan September, harga bawang merah kembali menurun karena masa puncak panen raya sentra produksi bawang merah di daerah Kabupaten Brebes dan Probolinggo.
Akat mengaku senang terlibat dalam operasi pasar. Karena bisa berkontribusi dalam menstabilkan harga bawang merah yang masih tinggi.
"Agar bisa terjangkau oleh konsumen," pungkasnya.