Siswa SMA Negeri 2 Lamongan Diduga Keracunan MBG, Hanya Dua Rawat Inap
Jumlah siswa SMA Negeri 2 Lamongan yang diduga keracunan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah satu orang. Kini total korban diduga keracunan menjadi 15 orang siswi.
Seorang siswi yang baru datang diantar orang tuanya ke RSI Nashrul Ummah Lamongan. Siswi ini diantar menjelang maghrib. Sebelumnya, dia mengaku mual-mual.
Dokter jaga RSI Nashrul Ummah Lamongan, dr Dennis Ivan Hakim, memastikan semuanya sudah tertangani dengan baik dan diperbolehkan pulang.
"Hanya dua anak terpaksa harus rawat inap, karena sampai saat ini masih muntah-muntah," terangnya, di hadapan Bupati Yuhronur Efendi dan Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo A.D, Rabu 17 September 2025, petang.
Bupati Yuhronur dan Dandim Letkol Deni menyempatkan berdialog langsung dengan semua siswa dan siswi yang sedang dalam perawatan.
Pak Yes. sapaan akrab bupati menanyakan perihal menu masakan, termasuk menu apa? Apakah semuanya termakan atau tidak?
"Semua saya makan dan tidak terasa apa-apa. Tapi setelahnya, perut saya mual. Akhirnya muntah sampai dua belas kali," kata Sanaz.
Menyikapi kejadian ini, Bupati Yuhronur mengatakan semua akan dipelajari dan diteliti sedetil mungkin. Khususnya, soal makanan bagian apa yang sekiranya diduga menyebabkan keracunan.
"Masih diteliti sekaligus menunggu hasil uji laboratorium. Kita tidak berani memastikan sebelum prosedur yang harus dilakukan mengetahui penyebab keracunan selesai," katanya.
Dikabarkan sebelumnya, belasan siswa SMA Negeri 2 Lamongan diduga keracunan, setelah mengkonsumsi makanan jatah MBG. Korban dirawat di beberapa rumah sakit, namun terbanyak dirawat di RSI Nashrul Ummah Lamongan.
Korban keracunan didominasi pelajar putri itu ada yang dirawat di RS Sartika Lamongan dan RS Permata Hati, Tambakrigadung, Kecamatan Tikung.