Sinopsis Film Made in Bali, Perjodohan Bulan Sutena
Film Made in Bali merupakan sebuah film romantis besutan Johar Prayudi. Penulis skenario film Oka Aurora. Film yang dibintangi Vonny Felicia, Bulan Sutena, dan Ryan Wijaya ini mengangkat budaya Bali yang sangat kental. Kisah cinta yang penuh emosi dengan latar belakang keindahan Pulau Bali.
Tema cinta segitiga ini tidak hanya sekadar romansa biasa, tetapi lebih dalam karena menggabungkan rasa persahabatan, pengorbanan, serta pilihan yang dibuat oleh keluarga.
Film ini juga didukung pemain lainnya yakni Naomi Hitanayri Christy, Victor Agustino, Roja Sudarsana, Barra Swetajaloe, Wina Marino, Nobuyuki Suzuki, dan Triningtyas. Ada juga aktor Dian Sidik, Siska Salman, Harindra, Shaqueena Medina Lukman, dan Kenken Kenzou.
Film diproduseri oleh Joseph Tarigan dan Marlia Nurdiyani. Film produksi Josh Pictures berdurasi 94 menit, dan dikategorikan untuk penonton usia 13 tahun ke atas (R13+).
Budaya Bali
Latar yang ditampilkan mencakup panorama alam yang hijau, pantai yang indah, dan suasana yang kental dengan budaya Bali. Festival layang-layang, pertunjukan wayang kulit, dan ritual tradisional lainnya menjadi bagian penting dalam narasi film ini.
Penggunaan seni wayang kulit dalam cerita bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Bali. Made, sebagai seorang dalang muda, mempersembahkan kebudayaan yang sudah ada sejak lama, sekaligus menjadi gambaran bahwa seni dapat menghubungkan orang-orang dalam cinta dan persahabatan.
Sinopsis Film Made in Bali
Film ini menceritakan Made (Ryan Wijaya), seorang dalang muda asal Gianyar, Bali. Ia dan keluarganya sangat menghargai budaya dan tradisi Bali, salah satunya wayang dari daerah tersebut.
Made memiliki sahabat perempuan bernama Niluh (Vonny Felicia), seorang gadis Bali peranakan Jepang. Made dan Niluh merupakan teman masa kecil dan selalu bersama. Kedekatan itu membuat Niluh menyimpan perasaan cinta kepada Made.
Namun, Made dijodohkan dengan Putu (Bulan Sutena), seorang gadis yang berasal dari keluarga pembuat wayang. Sementara itu, Niluh, harus pergi ke Jepang bersama ayahnya, Makoto (Nobuyuki Suzuki).
Perpisahan ini membuat Made mulai menyadari perasaannya cinta ke Niluh. Putu yang mengetahui 'penghianatan' ini pun lapor ke orangtuanya hingga menimbulkan konflik.
Konflik batin yang dialami Made menjadi inti dari cerita ini, di mana ia harus memilih antara perasaan cintanya yang baru disadari dan tradisi yang telah mengikatnya. Lantas, bagaimana akhir kisah cinta Made?
Advertisement