Sidoarjo Kembangkan Waste to Wealth, Perkuat Kolaborasi Internasional di Sektor Sampah
Kabupaten Sidoarjo semakin menegaskan perannya sebagai daerah yang serius menangani persoalan sampah melalui pendekatan berkelanjutan. Hal ini terlihat dari digelarnya konferensi internasional Waste to Wealth 2026 yang menghadirkan kolaborasi lintas negara untuk mencari solusi konkret pengelolaan limbah.
Kegiatan ini diinisiasi oleh World University Association for Community Development bersama Universitas Airlangga. Forum tersebut menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, pemerintah, dan komunitas global untuk membahas strategi inovatif mengatasi krisis sampah yang kian kompleks.
Asisten II Setda Sidoarjo Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Bahrul Amig, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi. Saat ini, sistem yang berjalan mencakup ratusan Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta penerapan sanitary landfill sebagai metode pengolahan akhir.
“Kolaborasi dengan akademisi menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi strategis dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin 27 April 2026, malam.
Dalam konferensi ini, konsep waste to wealth menjadi sorotan utama. Pendekatan tersebut menekankan transformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Selain itu, prinsip keberlanjutan berbasis keadilan (equity) turut diusung agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sekretaris Eksekutif WUACD, Ni Nyoman Tri Puspaningsih, menekankan pentingnya kolaborasi multi-heliks yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, hingga organisasi internasional seperti World Association for Sustainable Development.
Menurutnya, sinergi lintas sektor ini mampu memperluas dampak program hingga tingkat global, sekaligus memperkuat implementasi di tingkat lokal.
Pengelolaan sampah dalam forum ini juga mengacu pada konsep waste management ladder, yang mencakup aspek teknis, regulasi, kelembagaan, pembiayaan, hingga partisipasi masyarakat. Keterlibatan publik dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program di lapangan.
Komitmen WUACD sendiri telah mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan dari WASD pada 2024 di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa. Pengakuan tersebut memperkuat jaringan kolaborasi global, termasuk dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, Griffith University, serta berbagai mitra dari Afrika dan Pakistan.
Melalui Waste to Wealth 2026, Sidoarjo diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga model pengelolaan sampah berbasis kolaborasi internasional yang mampu menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia.