Sepekan Dibuka Fungsional, Tol Prosiwangi Dilalui Ribuan Kendaraan
Sejak sekitar sepekan dibuka fungsional, jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) dilalui ribuan kendaraan. Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), 20-27 Desember 2025, PT. Jasamarga Probolinggo-Banyuwangi melaporkan ada peningkatan signifikan kendaraan yang masuk dan keluar melalui tol di kawasan Pantai Utara (Pantura) tersebut.
Gerbang Tol (GT) Kraksaan misalnya, dilalui sebanyak 7.798 kendaraan keluar dan 9.514 kendaraan masuk. Sementara di GT Paiton jumlah kendaraan keluar mencapai 24.013 unit, dengan kendaraan masuk sebanyak 19.938 unit.
“Mayoritas kendaraan yang memanfaatkan tol fungsional Prosiwangi merupakan kendaraan pribadi,” kata Direktur Utama PT. Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Adi Prasetyanto, Minggu, 28 Desember 2025.
Hal itu, kata Adi, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran tol baru tersebut sebagai solusi perjalanan yang lebih efisien dan nyaman.
“Selama sepekan dibuka fungsional ini, kendaraan yang melintas didominasi kendaraan pribadi,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada momen libur Nataru tahun ini, tidak seluruh ruas Jalan Tol Prosiwangi dapat difungsionalkan. Ruas Paket 3 yang menghubungkan Paiton-Besuki dipastikan belum bisa digunakan karena masih dalam tahap pengerjaan konstruksi.
“Untuk Paket 3 Paiton-Besuki saat ini masih fokus pada pekerjaan fisik, seperti pembangunan jembatan dan pekerjaan penunjang lain sehingga belum memungkinkan untuk difungsionalkan,” jelas Adi.
Sedangkan ruas Gending-Paiton resmi dibuka secara fungsional mulai 20 Desember 2025-4 Januari 2026 untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur panjang Nataru. Jadwal beroperasinya dibatasi dengan waktu, yakni mulai pukul 06.00-16.00 WIB setiap harinya.
Adi menambahkan, pengoperasian tol tersebut belum dikenakan tarif. Kendati demikian, pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping menggunakan kartu uang elektronik saat melintas di gerbang tol.
“Tol ini belum bertarif, tetapi sistem tapping e-money tetap diberlakukan, dan saldo tidak terpotong,” kata Adi.
Meski telah dibuka untuk umum, pengoperasian tol masih berada dalam tahap uji laik fungsi. Demi menjamin keselamatan pengguna jalan, pihak pengelola menetapkan batas kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.
Adi berharap, keberadaan Tol Prosiwangi dapat membantu kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi kepadatan jalur nasional, khususnya pada libur panjang Nataru.