Selebritis Ida Royani-Ben Kasyafani Semarakkan Pembagian Daging Kurban DPP LDII
Pembagian daging kurban di halaman kantor DPP LDII, Jalan Arteri Tentara Pelajar Patal Senayan Jakarta Selata, semarak. Selain memperoleh daging kurban, warga juga bisa bercanda dan berfoto dengan Ida Royani. Artis serbabisa itu membagikan langsung daging kurban dari DPP LDII kepada warga bersama selebritis Ben Kasyafani, Sabtu 7 Juni 2025.
"Ibu masih kenal saya," tanya Ida Royani sambil menyerahkan daging kepada seorang ibu.
"Siapa ya, sebentar.. sebentar, Ida Royani ya," jawabnya sambil memegang erat pelantun lagu "Tenda Biru" tersebut
"Ini Mbak Ida Royani yang sering membawakan lagu lagu Betawi duet dengan almarhum Benyamin kan," tanya ibu yang lain.
"Ibu masih ingat ya meskipun sudah tua, sekarang saya juga dengan Mas Ben, tapi bukan Benyamin Sueb, melainkan Ben Kasyafani," ujar politisi PAN, membuat suasana pembagian daging kurban menjadi cair.
"Saya tidak hafal namanya, tapi sering lihat di tv, ganteng," aku seorang ibu.
Ben kemudian menyalaminya sambil menyerahkan daging kurban.
"Sekedar untuk lauk dan menambah gizi keluarga ya Bu," ujar Ben.
Pembagian Daging Kurban di Kantor LDII Aman dan Tertib
Humas DPP LDII Rulli Kuswahyudi menjelaskan, pembagian daging kurban ini merupakan agenda rutin DPP LDII menyambut Idul Adha. Warga yang memiliki kupon, memperoleh kesempatan pertama menerima daging kurban. Realisasinya, yang tidak membawa kupon jumlahnya juga banyak.
"Ini sudah diprediksi oleh panitia, sehingga tidak sampai panik warga yang datang semua kami layani sejauh persediaan masih ada,” ujar Rulli.
Sehingga semuanya berjalan tertib tidak sampai berebut. Daging yang dibagikan termasuk sapi dari Presiden Prabowo seberat 1 ton lebih. Ia memperkirakan hewan kurban LDII tahun 2025 ini jumlah lebih banyak dibanding tahun 2024 sebanyak 50.460 ekor.
Data sementara hewan kurban hingga waktu penyembelihan, Jumat 6 Juni 2025 pukul 15.00 WIB, total sementara 34.302 ekor. Jumlah itu terus bertambah, laporannya sampai Sabtu 7 Juni 2025 ini.
Tentang kehadiran Ida Royani dan Kasyafani, Rulli yang ikut membagikan daging kurban, mengatakan kedua selebritis itu memang kader LDII.
Kurban Ibadah Tertinggi yang Paling Disukai Allah pada 10 Zulhijah.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengatakan, kurban merupakan ibadah tertinggi yang paling disukai Alloh pada 10 Zulhijah. Di dalamnya terdapat nilai-nilai ketakwaan individu dan kesalehan sosial. Sekaligus memetik suri teladan dari dua nabi besar, Ibrahim dan Ismail, yang merupakan nenek moyang Rasulullah SAW dalam mendidik dan membentuk generasi muda yang unggul.
"Nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya diarahkan kepada rasa takwa kepada Allah dan mengedepankan perintah Allah dibanding kepentingan duniawi atau pribadi kepada Nabi Ismail dan anaknya yang lain," ujar KH Chriswanto.
Ismail Sosok yang Bertakwa Sejak Usia Muda
Dengan pola edukasi yang diarahkan pada tauhid, pemahaman yang kuat terhadap agama, dan akhlakul karimah menjadikan Ismail sosok yang bertakwa sejak usia muda.
"Puncaknya saat Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail sebagai pengorbanan. Peristiwa itu yang saat ini menjadi ibadah kurban, yang dilaksanakan umat Nabi Muhammad," tuturnya.
Nabi Ibrahim meskipun tidak sering bertemu Nabi Ismail, selalu mengajarkan hikmah dengan komunikasi yang jelas. Bahkan terkadang dengan metafora untuk memberi perumpamaan agar pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas. Nabi Ibrahim dan Siti Hajar mampu berkolaborasi dalam mengedukasi anak, agar menjadi pribadi yang unggul.
"Ketaatan dan ketakwaan Nabi Ismail terhadap kedua orangtuanya, menjadikannya ringan dalam menjalani perintah Allah," kata KH Chriswanto.
Pola mendidik anak yang dilandaskan kepada agama, haruslah menjadi acuan umat Islam. Terbukti, pola pendidikan tersebut mampu membentuk akhlakul karimah dan etos kerja, yang menjadikan individu sebagai profesional yang berintegritas.
Dia menambahkan, tokoh-tokoh nasional seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, KH Hasyim Asy'ari, KH Ahmad Dahlan, Bung Hatta, hingga Buya Hamka merupakan pribadi yang ditempa dengan nilai-nilai Islam yang kuat.
"Mereka memiliki kontribusi yang besar pada zamannya dan pengabdian mereka pada Ibu Pertiwi menggema hingga kini, sebagai teladan bangsa Indonesia," tegas KH Chriswanto.
Ia berpendapat, memahami kurban dengan melihat teladan Nabi Ibrahim dalam mendidik anak, dapat mengubah pola didik anak yang kini cenderung liberal.
"Anak-anak yang dididik tanpa aturan, berakibat kepada anak yang semaunya sendiri dan tidak memahami norma yang berlaku dalam masyarakat, apalagi norma agama," ungkapnya.
Akibatnya, mereka yang tidak memiliki pemahaman agama yang kuat, saat mereka mendapatkan tongkat estafet kepemimpinan nasional, berpotensi mengabaikan kepentingan bangsa dan negara.
"Pemimpin yang tak memiliki ketakwaan, tidak akan memiliki rasa takut terhadap hisaban amal di hari semua amalan harus dipertanggungjawabkan," pungkas KH Chriswanto.