Segera Rampung, Sirkuit BMX Banyuwangi Jadi Signature Baru Balap Sepeda
Pembangunan sirkuit BMX di Sesa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi sudah mencapai 95 persen.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari menyebut sirkuit BMX ini akan jadi signature baru di dunia balap sepeda. Sirkuit ini merupakan yang terpanjang di dunia yakni sepanjang 465 meter dan memiliki empat lompatan tinggi.
Raja Sapta Oktohari menyampaikan hal ini saat meninjau pembangunan sirkuit BMX, Selasa, 21 Januari 2025. Dia didampingi Pj. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo.
"Hari ini kita harus merasa bangga bahwa di Banyuwangi, Jawa Timur kita punya signature baru di dunia balap sepeda. Yaitu trek BMX terpanjang di dunia dan pertama kali yang memiliki empat lompatan tinggi," jelasnya.
Sirkuit BMX ini dibangun oleh Tom Ritz, pembuat trek BMX terbaik di dunia. Sebelumnya dia juga pernah membuat signature dunia balap sepeda pada saat Asian Games di Jakarta.
Sebagai salah satu fasilitas balap sepeda terbaik di dunia, Dia menyebut, sirkuit BMX ini bukan hanya aset Banyuwangi, tapi juga aset nasional. "Itu menjadi tanggungjawab bersama pemerintah Banyuwangi, Jawa Timur dan PUPR," tegasnya.
KOI, dan ISSI, menurutnya bertanggung jawab untuk memberikan support supaya banyak agenda balap sepeda dibuat di Banyuwangi ini. Dia mengaku sudah mengincar untuk jadi tuan rumah kejuaraan dunia atau asia di sirkuit ini.
Diapun sudah melaporkan keberadaan sirkuit BMX Banyuwang ini ke badan sepeda dunia UCI untuk dicatat. "Ketika ini terjadi akan banyak rentetan kegiatan yang diselenggarakan di sini," tegasnya.
Sirkuit ini, lanjutnya, bisa menjadi pabrik prestasi. Karena dari BMX ini bisa lahir banyak atlet balap sepeda dari disiplin lain. Seperti dari nomor trek, road. "Karena BMX menghasilkan atlet sepeda yang powernya besar," katanya.
Setelah sirkuit ini tuntas, target utamanya adalah kejuaraan dunia. Dalam satu tahun, ada empat kali world cup balap sepeda. Salah satunya, kata Dia, harus dilaksanakan di Banyuwangi. Dia meyakini begitu sirkuit ini jadi, pembalap dunia pasti ingin mencoba.
Untuk kejuaraan dunia, menurutnya, minimal orang akan tinggal di sini 2 bulan untuk latihan. Apalagi menjelang olimpiade 2028. Akan banyak pembalap berlatih di Banyuwangi dua tahun sebelumnya.
"Berarti dari tahun 2026 orang akan sibuk untuk mencari tempat alternatifnya. Sirkuit ini yang paling baik," ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta Pemkab Banyuwangi mempersiapkan diri. Khususnya untuk supporting fasilitas pendukung. Seperti home stay yang melibatkan masyarakat sekitar atau penginapan yang tidak terlalu jauh dari sirkuit.
"Di Banyuwangi banyak hotel tapi tidak terlalu dekat dengan fasilitas ini. Itu harus mulai dibangun," ungkapnya.
Sementara itu, Pj. Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, keberadaan sirkuit BMX ini sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebagai industri olahraga. Sirkuit BMX kelas dunia ini menunjukkan industri oleh araga yang sedang dibangun di Banyuwangi akan terus berkembang.
"Di situ termasuk home stay. Tentu nanti semua akan berpengaruh terhadap sportourism," tegasnya.
Guntur menyebut, upaya membangun industri olahraga ini akan melibatkan masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat sekitar bisa ikut merasakan fasilitas yang dimiliki Banyuwangi.
Nantinya, lanjut Guntur, masyarakat akan diedukasi. Misalnya terkait kebersihan toilet dan sebagainya. "Tentu butuh intervensi dari kita. Bagaimana intervensinya. Misal ada rumah yang layak sebagai home stay ya kita bantu, kita support, terutama toiletnya," ujarnya.