Satpol PP Jember Rutin Razia Gepeng hingga Siswa Bolos
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Jember rutin merazia gelandangan dan pengemis (gepeng). Tidak terkecuali anak jalanan serta siswa bolos sekolah.
Kasatpol PP Jember, Bambang Rudianto, mengatakan, razia menyasar sejumlah tempat strategis yang menjadi tempat para obyek sasaran mangkal. Disebutkan, simpang tiga Mangli, lampu merah Gajah Mada, dan perempatan Universitas Jember.
"Lokasi yang menjadi favorit para pengemis dan pengamen umumnya di pertigaan dan perempatan kawasan kota,” katanya, Jumat, 25 Juli 2025.
Lebih jauh Bambang Rudianto menjelaskan, razia atau operasi terpadu dikakukan untuk mencegah kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif.
"Selain itu, merupakan bagian dari penegakan perda tentang ketertiban umum, "terangnya,
Sedang keberadaan dan aktivitas pengemis di sejumlah perempatan di Kabupaten Jember, masih menurut Bambang Rudianto, dinilai sudah meresahkan dan mengganggu para pengguna jalan. Aktivitas tersebut juga juga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan keresahan masyarakat. Termasuk membahayakan diri para pengemis itu sendiri.
"Seperti razia yabg kita lakukan kemarin (Kamis, 24 Juli 2025) kita mengamankan belasan orang. Terdiri pengemis, pengamen jalanan, dan anak jalanan, "terangnya.
Selama menjalankan razia serta penanganan terhadap obyek sasaran, Satpol PP Jember tidak serta-merta menghukum atau berti dsk secara represif.
Melainkan tetap memperlakukan secara manusiawi. Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Sosia. Bagi gepeng dan anak jalanan yang terkena razia diserahkan ke Lembaga Perlindungan Sosial (Liponsos) Jember.
Selama berada di Liponsos, mereka mendapatkan pendampingan psikologis dan pelatihan keterampilan. Jika memungkinkan juga program pemulangan kepasa keluarga,
Sisi lain, Satpol PP Jember yang sudah bekerja untuk penertiban ini diharapkan didukung masyarakat. Salah satu cara, masyarakat diimbau tidak memberi uang kepada pengemis atau pengamen di jalanan.
"Sebab, jika mereka diberi uang hal justru memperkuat keberadaan praktik tersebut, "pungkasnya.
Advertisement