Santri Korban Tenggelam di Lamongan Berhasik Ditemukan
Ahmad SA, 19 tahun santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Solokuro, Lamongan yang tenggelam di Waduk Penguripan Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, akhirnya berhasil ditemukan, Kamis 11 Desember 2025, siang.
Remaja asal asal Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya itu berhasil diangkat dari dasar waduk oleh Tim SAR gabungan lewat tebar jaring.
"Alhamdulillah, persis sekitar 24 jam setelah kejadian akhirnya korban berhasil kita temukan," kata Kapolsek Solokuro AKP Asik Samsul Hadi, melalui Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Diberitakan sebelumnya, korban dikabarkan hilang tenggelam Rabu 10 Desember sekitar pukul 11.39 WIB. Dua jam sebelumnya korban berenang bersama sembilan teman santri pondok.
Saat itu segera dilakukan pencarian. Melibatkan Tim SAR gabungan, terdiri dari Tim Polsek Solokuro, Tim Rescue Sat Polairud Polres Lamongan, Tim BPBD Lamongan, Tim Basarnas, Tim Rescue MTA Surabaya.
Karena cuaca buruk, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pencarian hari kedua petugas dan peralatan ditambah. Warga pun juga lebih antusias membantu.
Berbagai upaya dan cara dilakukan. Mulai penyisiran sepanjang tepi waduk, manuver air hingga menebar jaring hingga diperkirakan ke dasar waduk.
Kerja keras ini berhasil, korban diketahui tersangkut jaring dan diangkat hingga ke daratan. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Dengan ditemukannya korban pada hari ini, proses pencarian resmi dinyatakan selesai. Terimakasih kepada semua yang terlibat dalam pencarian, termasuk warga yang sudah rela membantu,” ujar Ipda Hamzaid.
Jenazah korban sempat dimintakan pemeriksaan medis. Hasilnya, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.
Keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan menandatangani surat pernyataan tidak menuntuti di kemudian hari.