Rute KA Commuter Line Diperpanjang hingga Probolinggo, Beroperasi Menjelang Lebaran
Rute perjalanan Kereta Api (KA) Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) akan diperpanjang hingga Kota Probolinggo. Perpanjangan rute itu akan direalisasikan tahun 2026 sebelum Lebaran.
Hal itu terungkap dalam audensi Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kamis, 8 Januari 2026.
Audiensi dihadiri Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Amin Hudaya, Penjabat Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono.
Walikota mengatakan, usulan perpanjangan rute KA Commuter Line ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan antar wilayah, khususnya dari Kota Probolinggo menuju Surabaya.
“Dengan hadirnya layanan ini, pergerakan masyarakat akan semakin mudah dan cepat. Selain itu, juga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, serta mendukung sektor pariwisata,” ujar walikota, Jumat, 9 Januari 2026.
Pasca persetujuan perpanjangan rute tersebut, Kemenhub telah menyiapkan jadwal operasional KA Commuter Line Supas. Keberangkatan dari Surabaya direncanakan lebih awal, yakni pukul 01.50 WIB dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45 WIB.
Kereta diberangkatkan kembali dari Stasiun Probolinggo pada pukul 04.10 WIB dan tiba di Surabaya pukul 06.42 WIB. Jadwal malam, keberangkatan dari Surabaya pukul 21.22 WIB dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36 WIB.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar mengatakan bahwa perpanjangan rute KA Commuter Line Supas dari Stasiun Pasuruan ke Stasiun Probolinggo memiliki jarak 38,6 kilometer.
Rute ini berpotensi memiliki tingkat okupansi penumpang yang tinggi, tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga untuk keperluan wisata.
“Di Probolinggo sendiri, volume penumpang naik dan turun dari beberapa kereta api cukup besar. Tercatat dari Januari hingga November 2025 terdapat 15.722 penumpang,” terangnya.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono menyatakan, dukungannya terhadap usulan Pemerintah Kota Probolinggo.
Terkait dokumen teknis yang dibutuhkan, kata Allan, akan disampaikan secara detail dan pihaknya akan serius memproses potensi Stasiun Probolinggo dalam rencana perpanjangan rute KA Commuter Line.
“Kami akan melihat kesiapan PT Kereta Commuter Indonesia dalam persiapan sarana. Di sisi lain, pelayanan Commuter Line yang sudah berjalan harus tetap terjaga. Nantinya akan dievaluasi bersama apakah diperlukan penambahan sarana atau tidak,” ungkapnya.
Allan juga menjelaskan, bahwa terdapat target realisasi sebelum Lebaran. Oleh karena itu, walikota serta seluruh tim diminta untuk terus berkoordinasi dengan KCI dan PT KAI terkait persiapan prasarana, seperti penambahan tempat duduk dan fasilitas toilet guna meningkatkan pelayanan sehingga Stasiun Probolinggo semakin ramai.
“Probolinggo bukan hanya menjadi tempat masyarakat berangkat bekerja, tetapi juga memiliki berbagai tujuan wisata. Dengan adanya transportasi ini, mobilitas masyarakat akan semakin cepat dan diharapkan dapat direalisasikan sebelum Lebaran,” pungkas Allan.