Rumah Budaya Kediri Menyimpan Ratusan Benda Budaya dan Pusaka Bertuah
Ada begitu banyak benda kuno mau pun benda pusaka yang diyakini memiliki tuah tersimpan di rumah Budaya Kediri. Benda benda tersebut sengaja dibeli dan di datangkan untuk dirawat oleh pemiliknya
Pemiliknya seorang perempuan bernama Rindu Rikat. Perempuan berusia 55 tahun tersebut adalah pemilik rumah budaya yang berlokasi di Jalan Untung Suropati Kota Kediri.
Meski baru berdiri belum genap satu tahun, Rumah Budaya menyediakan fasilitas lengkap mulai dari prasarana panggung besar (untuk pertunjukan ketoprak dan wayang kulit), panggung kecil, ruang podcast, kantor, dan ruang galeri yang menyimpan berbagai koleksi budaya berharga.
Dalam keterangannya, perempuan yang sekarang aktif sebagai pengurus partai menjabat Wakil Ketua Bidang Perekonomian Pendidikan, dan Kebudayaan DPC PDIP Kota Kediri, mengaku sebelumnya ia bersama sang suami telah mengkonsep gagasan pendirian rumah budaya tersebut.
Ide itu muncul setelah mendapat kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke Kediri pada 13 Desember 2024 lalu.
“Terinspirasi untuk membangun wadah yang bisa menjadi rumah bagi semua komunitas seni dan budaya di Kediri. Ini juga bentuk kontribusi PDI Perjuangan dalam memelihara dan mengembangkan khasanah budaya di daerah,” terang Rindu Rikat ditemui di kediamannya, Jalan Untung Suropati, Kota Kediri, Selasa 13 Januari 2026.
Menyimpan koleksi benda budaya dan pusaka bertuah
Reporter ngopibareng.id diberi kesempatan untuk melihat secara langsung ratusan koleksi benda kuno berupa lukisan, pusaka keris, wayang, batu giok dan lantai bantu marmer serta lainya yang tersimpan diruang kerja, dan ruang tamu rumahnya.
Saat masuk ke dalam ruang kerja terpampang jelas sebuah lukisan berukuran besar bergambar Bunda Maria dengan memakai pakaian adat Jawa. Selain itu benda seni lainya berupa ukiran kayu bertentuk sepasang penari, wayang khas Tionghoa potehi serta benda patung lainnya.
Dari ruang kerja kemudian bergeser ke ruang tamu, disini nuansa mistis sangat terasa. Bau wangi dupa terasa dihidung. Sebelum ngopibareng.id mengambil foto, Rindu sempat berdoa meminta ijin lebih dulu kepada wayang Mbah Semar. " Sudah saya minta ijinkan nggak pa pa kok Monggo, silahkan ambil foto," katanya.
Perempuan bersuamikan seorang pengusaha ini lalu bercerita pengalaman mistis yang ia alami sejak satu Minggu terakir belakangan. Rindu Rikat mengaku untuk menetralisir aura mistis yang ada di dalam benda tersebut sebelumnya ia harus membawanya kepada sang guru spiritual.
"Kalau mau ditaruh disini kita netralkan dulu jadi biar nggak ganggu. Seperti lukisan ini kemarin ganggu baru datang beberapa hari. Bentuknya berwujud seperti Eyang sempat jalan jalan waktu tengah malam. Selain lukisan , Marmer dari Italia jiga muncul penampakan sosok orang Belanda. Saya tanya dia mengaku namanya mister Albert. Marmer atau giok ini diperkirakan berusia sudan 150 tahun," ungkapnya.
"Kalau koleksi wayang milik saya ada sekitar 200 an. Yang paling sepuh itu wayang Mbah Semar. Itu usianya ada sekitar 100 tahun lebih. Wayang itu saya peroleh dari Jawa Tengah melalui lintas komunitas. Ini ada nuansa mistisnya juga namanya wayang Mbah gunungan kayaknya langkah. Kalau saya ini orangnya suka sama barang barang aneh, apalagi agak mistis," terangnya.
Karena banyaknya koleksi benda budaya yang ia miliki Rindu acap kali memberikan souvenir ole ole berupa batu giok kepada para pejabat yang singgah ke rumah budaya. Rindu memiliki kemampuan spiritual bisa melihat makhluk astral Karena turunan dari para leluhurnya.
"Kalau keturunan dari nenek moyang ya, kalau orang tua sih tidak. Orang tidak senang begituan. Yo nggak pinter banget sih kemampuan saya untuk itu," ucapnya.