Dinas PU Binamarga dan Cipta Karya Jateng Pastikan Ruas Jalan Provinsi di Blora Diperbaiki Tahun ini
Kerusakan parah terjadi di sejumlah ruas jalan lintas provinsi. Khususnya Jalan Cepu Doplang. Warga menyebut, kerusakan jalan penghubung Kabupaten Blora dengan Kabupaten Purwodadi, Demak, hingga Semarang ini, sudah lebih 7 tahun rusak dan belum dibenahi.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi Dinas PU Binamarga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Binawan Nur Tjahjono, mengatakan, jalan lintas provinsi di Kabupaten Blora, segera dilakukan perbaikan.
Binawan memastikan, pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan tahun 2025 ini. Dengan alokasi anggaran mencapai Rp22 miliar lebih.
"Total panjang yang diperbaiki 2,20 kilometer. Dengan anggaran Rp22.720.000.000," jelasnya, Selasa, 22 Juli 2025.
Dia menjelaskan, perbaikan ruas jalan lintas provinsi tersebut menggunakan APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025. Selanjutnya, perbaikan akan menyasar beberapa titik, dengan pengerjaan rigid beton dan overlay aspal yang sudah rusak.
Lokasi perbaikan dengan rigid beton berada di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban hingga Desa Mernung, Kecamatan Cepu.
"Sementara di Kecamatan Kedungtuban akan di overlay Aspal," kata Binawan.
Saat ini kontrak pada proyek perbaikan jalan masih pada tahap sanggah. Sehingga pengerjaan masih menunggu penandatanganan kontrak.
"Saat ini masih masa sanggah, sekitar satu minggu lagi pengerjaan-nya," terangnya.
Setelah penandatanganan kontrak, kata dia, pekerjaan bisa langsung dimulai. Lalu, didukung konsultan pengawas yang sudah siap personil untuk membantu pengawasan dilapangan. Untuk pengerjaan proyek, lanjut dia, akan memakan waktu hingga akhir tahun anggaran 2025.
Sekadar diketahui, lokasi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya di sekitar kilometer 8 dan km 10, tepatnya di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ada sekitar 3 kilometer di jalan beraspal tersebut rusak parah.
Banyak ditemukan jalan aspal berlubang, dengan diameter cukup besar. Di antaranya hingga 1,5 meter, dengan kedalaman antara 10 centimeter hingga 20 centimeter. Aspal banyak mengelupas dan terlihat kerikil berserakan mengganggu para pemakai jalan.
Kerusakan juga ditemukan di sekitar Makam Kembar Jape, Desa Sumberje, Kecamatan Randublatung, Blora. Di jalur tersebut, juga ditemukan banyak jalan rusak. Aspal mengelupas dan kerikil berserakan yang membahayakan pemakai jalan terutama sepeda motor. Debu beterbangan terutama di musim kemarau.
Para pengendara mengeluhkan jalan yang rusak. Laju kendaraan harus lambat mengingat kondisi jalannya rusak parah. Kecepatan kendaraan, terutama roda empat, rata-rata menempuh dengan kecepatan antara 20 hingga 25 kilometer perjamnya. Akibatnya, banyak kemacetan di lokasi jalan rusak akibat laju kendaraan tidak berjalan normal.
βGimana mau kencang, jalan rusak parah,β ujar Agus, warga Cepu, yang tiap hari harus ke Randublatung, untuk bekerja.
Jalan rusak di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Blora, diperkirakan sudah lebih dari 7 tahun lamanya. Setidaknya di era Bupati Blora Djoko Nugroho yang menjabat 20216-2021. Dan kini saat Bupati Blora dijabat Arief Rohman, jalan tersebut, juga belum ada perbaikan.
βSudah lebih dari 7 tahun lamanya, jalan terutama panjang sekitar 3 kilometer di Dusun Ngasahan dan Dusun Betekan, Desa Ngraho, rusak parah,β imbuh Agus.
Sebagai catatan, Pemkab Blora akan menggunakan dana utangan dari Bank Jateng sebesar Rp215 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sistem utang ini telah digunakan sebelumnya pada tahun 2021 dan dianggap sebagai solusi untuk membiayai pembangunan infrastruktur lebih awal.
Data dari DPUPR Blora, menyebutkan, sejak Bupati Arief Rohman, dilantik 26 Februari 2021, telah dibangun hampir sekitar 40 Km dengan anggaran hampir Rp90 Miliar.
Disusul di tahun 2022, panjang jalan yang dibangun meningkat menjadi sekitar 116 Km dengan anggaran hampir Rp 308 Miliar. Berikut tahun 2023, panjang jalan kabupaten di Blora yang berhasil dibangun meningkat.
Advertisement