Ribuan Pengaduan Warga Jember Melalui Wadul Gus’e Terselesaikan
Partisipasi masyarakat dalam saluran Wadul Gus’e cukup tinggi. Tercatat selama tiga bulan sejak 14 Maret hingga 14 Juni 2025, warga Jember telah menyampaikan keluhan dan aduan sebanyak 3.252 kali. Dari total aduan yang diterima tim Wadul Gus’e, sebanyak 80 persen diantaranya ditindaklanjuti dan terselesaikan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan, sejak awal dibentuk, saluran Wadul Gus’e memiliki tujuan untuk memperpendek tahapan saat masyarakat ingin menyampaikan keluhan. Waduk Gus’e juga sekaligus upaya menyederhanakan birokrasi agar tidak terlalu panjang.
Melalui Wadul Gus'e, masyarakat Jember bisa terlibat dalam proses pelayanan publik di Jember. Masyarakat bisa membuat aduan dengan cukup mudah. Yakni, salah satunya melalui WhatsApp 08113111108.
Gus Fawait mencatat masyarakat Jember yang menyampaikan aduan atau keluhan melalui Wadul Gus'e sebanyak 3.252 aduan yang masuk melalui saluran Wadul Gus'e.
Dari total aduan tersebut, sebanyak 682 aduan berstatus disposisi, sebanyak 221 aduan berstatus tindak lanjut, sebanyak 2.341 aduan berstatus selesai, dan sebanyak 8 aduan berstatus dibatalkan.
Aduan tersebut bersumber dari WhatsApp, yakni sebanyak 3.107 aduan, 33 aduan dari command center, satu aduan dari Facebook, dua aduan dari mall desa, empat aduan dari TikTok, dan sebanyak 105 aduan dari Instagram.
Dari 31 kecamatan yang ada di Jember, Kaliwates menjadi kecamatan dengan aduan terbanyak, yakni mencapai 344 aduan. Sementara itu, dari berbagai kategori aduan, yang terbanyak adalah kategori jalan. Yakni, sebanyak 605 aduan.
“Aduan terbanyak berkaitan dengan kondisi jalan, sebanyak 605 aduan. Sehingga berdasarkan disposisi instansi, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air menerima jumlah aduan dengan disposisi terbanyak mencapai 793 laporan,” katanya, Minggu, 15 Juni 2025.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga banyak mengadu terkait pelayanan administrasi kependudukan. Tercatat Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil mendapatkan aduan sebanyak 455 laporan. Dari total laporan tersebut, sebanyak 426 laporan diantaranya berhasil diselesaikan.
Sementara untuk laporan pembatalan, Dinas Kesehatan memiliki laporan pembatalan terbanyak yaitu sebanyak 3 laporan. Tak hanya itu, Gus Fawait juga menyebut telah menindaklanjuti aduan terkait adanya pungutan liar dalam pelayanan publik. Laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan adanya pengembalian dana pungli tersebut.
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, Waduk Gus’e mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. Bahkan, ada beberapa kabupaten lain yang datang ke Jember untuk studi banding terkait saluran Wadul Gus'e.
Lebih jauh Gus Fawait menjelaskan, melalui Wadul Gus’e pihaknya bisa melakukan pemetaan terhadap OPD (organisasi perangkat daerah). Gus Fawait bisa memantau OPD yang bergerak cepat dan OPD yang tidak bekerja dengan cepat. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi Gus Fawait untuk melakukan penyegaran atau pergeseran pejabat.
“Wadul Gus'e menjadi alat untuk memetakan mana OPD yang bekerja satset dan tidak bekerja satset. Bagi OPD yang tidak bekerja satset perlu dikasih minuman penyegar. Bukan tidak mampu, tetapi karena tidak cocok berada di situ. Indikator ini menjadi dasar kita melakukan penyegaran di OPD tersebut,” pungkasnya.
Advertisement