Restorative Justice untuk Belasan Remaja Probolinggo Terlibat Gangster
Maraknya remaja yang terlibat gangster akhir-akhir ini langsung disikapi jajaran Polres Probolinggo. Mereka yang terjaring razia dikumpulkan, kemudian diproses restorative justice dan dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing.
Penyerahan belasan ramaja yang terlibat gangster juga menghadirkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, didampingi Plt. Kasihumas Iptu Zainullah, menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak agar terhindar dari perilaku menyimpang dan melanggar hukum.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pengamanan yang dilakukan pada Sabtu malam minggu sebelumnya. Dari kegiatan itu, kami berhasil mengamankan 13 remaja, dua di antaranya diketahui membawa senjata tajam,” kata Plt. Kasihumas, Iptu Zainullah, Sabtu, 15 November 2025.
Iptu Zainullah menjelaskan, pertemuan kali ini bertujuan untuk memberikan beberapa perkembangan adanya sekelompok pelajar yang mengatasnamakan gangster di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.
“Akhir-akhir ini masyarakat Kota Probolinggo merasa resah dengan keberadaan kelompok remaja yang diduga merupakan gangster. Karena para remaja ini melakukan perbuatan yang negatif, merugikan orang lain, bahkan cenderung melanggar hukum atau melakukan perbuatan tindak pidana,” jelasnya.
Polres Probolinggo Kota berharap, orangtua dan guru lebih aktif mengawasi anak-anaknya. Hal ini merupakan langkah pembinaan agar generasi muda kita tidak terjerumus lebih jauh ke tindakan kriminal.
Kasihumas menambahkan, jika terbukti memiliki senjata tajam, apalagi melakukan tindakpidana, dipastikan akan ditindak tegas dan diproses hukum. Apalagi sudah ada anak-anak remaja yang melakukan tindak pidana penganiayaan serta pengeroyokan.
“Untuk 11 anak kami kembalikan kepada orangtua untuk diberikan bimbingan secara internal. Sedangkan untuk yang membawa sajam, proses tetap lanjut, namun tidak kami lakukan penahanan. Tujuan kami di sini para pihak dapat memberikan support untuk dapat memberikan arahan maupun pembinaan kepada para pelajar agar bisa berbuat baik untuk ke depannya,” katanya.
Kasihumas juga menegaskan komitmen Polres dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, termasuk menindak tegas masalah gang motor. Dia menyebut, kegiatan rutin di setiap akhir pekan adalah bukti nyata upaya melindungi masyarakat dari tindakan kriminal.
“Pembinaan anak-anak ini adalah langkah pembinaan yang diharapkan menjadi refleksi bagi keluarga mereka," tegasnya.
Para orang tua pun mengapresiasi penyelesaian permasalahan yang dilakukan Kepolisian.
“Kami berterima kasih atas perhatian besar dari kepolisian. Ini menjadi momen bagi kami untuk lebih mendidik dan membimbing anak-anak agar tidak melakukan kesalahan serupa,” ujar salah satu orangtua.