Rendah Hatinya Adrian Luna Pemain Anyar Persik Kediri yang Langsung Bikin Gol
Debut yang langsung “nyetel”. Itu kesan pertama yang muncul saat melihat aksi Adrian Luna bersama Persik Kediri. Gelandang anyar ini langsung mencuri perhatian publik Kediri ketika Macan Putih menumbangkan Bali United dengan skor 3-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 di Stadion Brawijaya, Jumat 30 Januari 2026.
Baru bergabung, tapi pengaruhnya sudah terasa. Permainan lini tengah Persik terlihat lebih hidup. Pergerakan tanpa bola rapi, kontrol bola tenang, dan visi umpannya bikin aliran serangan jadi lebih variatif. Buat ukuran pemain yang baru datang, adaptasinya terbilang cepat.
Luna sendiri didatangkan dari klub India, Kerala Blasters FC. Pengalamannya di kompetisi luar langsung kelihatan di lapangan. Dia tidak butuh waktu lama untuk menyatu dengan ritme permainan tim.
Momen pentingnya datang di penghujung babak pertama, tepatnya menit 45+2. Saat itu terjadi kemelut di depan gawang Bali United. Bola hasil tangkapan kiper Mike Hauptmeijer lepas. Luna paling sigap membaca situasi. Tanpa banyak sentuhan, bola langsung disambar dan masuk gawang. Gol perdananya di laga debut — timing yang pas.
Menariknya, meski langsung bikin gol dan tampil menonjol, Luna tetap merendah. Ia tidak mau sorotan hanya tertuju ke dirinya. Baginya, kemenangan tim jauh lebih penting daripada catatan pribadi.
Ia mengaku senang timnya bisa bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan telak dari Malut United. Tiga poin di kandang disebutnya layak dipersembahkan untuk suporter yang terus memberi dukungan.
Soal gol, Luna juga santai. Buatnya tidak penting siapa pencetaknya. Yang utama, tim menang dan semua pemain memberi kontribusi. Sikap seperti ini biasanya cepat bikin pemain diterima di ruang ganti — karena terasa benar-benar main untuk tim, bukan sekadar statistik.
Kehadiran Luna memberi sinyal positif untuk Persik Kediri di putaran selanjutnya. Jika konsisten, dia bisa jadi motor permainan Macan Putih. Kombinasi skill, pengalaman, dan etos kerja seperti ini yang biasanya bikin lini tengah naik level.
Buat suporter Persik, debut ini jelas bikin penasaran: kalau laga pertama sudah segini pengaruhnya, bagaimana saat chemistry tim sudah makin matang? Potensinya menarik untuk ditunggu.