Ramon Rodriquez; Sempat Dicap 'Pembunuh', Kini Jadi Idola Baru
Lamongan: Banyak nuansa yang tercipta dalam laga Persela Lamongan melawan Persib Bandung di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu 22 Oktober 2017, kemarin.
Pertandingan yang berakhir untuk kemenangan Persela 1-0 itu memang dipenuhi keharuan karena ditutup dengan rangkaian acara penghormatan terakhir untuk mendiang kiper Persela, Choirul Huda yang meninggal dunia, pekan lalu.
Namun dalam 90 menit pertandingan sosok yang menjadi sorotan LA Mania, julukan suporter Persela, salah satunya adalah Ramon Rodriquez. Maklum, pemain ini manjadi salah satu aktor utama yang terlibat dalam benturan dengan Choirul Huda.
Usai kejadian "Minggu Kelabu" itu, Ramon terus mengurung diri dan enggan berbicara kepada siapapun. Sampai akhirnya tiga hari kemudian dalam akun instagram mencurahkan isi hatinya.
Dalam satu kalimat yang diunggahnya bertuliskan "Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, " tulisnya
Ya, beberapa saat usia kabar Choirul Huda meninggal dunia menyebar, berbagai komentar di media sosial muncul. Banyak yang memberikan motivasi kepada Ramon untuk tidak menyalahkan diri, namun juga tak sedikit yang mencaci maki karena masih emosi. Bahkan ada yang memberikan label Ramon sebagai "pembunuh".
Namun berangsung-angsur, hujatan itu mulai menghilang. Puncaknya, dalam laga melawan Persib, Ramon justru menjadi idola baru. Penampilanya garang menghalau setiap serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Maung Bandung.
Tampil tanpa senyum seperti hanya ingin fokus pada pertandingan. Yang berbeda lagi, Ramon tidak terlihat pendiam. Berulang kali dia memberikan motivasi kepada pemain Persela Lamongan yang melakukan kesalahan.
Sikap Ramon seakan sama dengan yang ditunjukan ketika Choirul Huda masih berada di bawah mistar gawang. Di bawah mistar, Huda selalu berteriak untuk mengingatkan rekan-rekannya di barisan pertahanan.
Aksi pemain asal Brasil ini tampaknya ingin selalu melaksanakan nasehat Choirul Huda yang biasa di ucapkan ketika pertandingan akan dimulai. Salah satu pesan Huda adalah "Yakin kita menang, jangan saling menyalahkan."
Usai pertandingan Ramon juga tak lagi menolak untuk diwawancara media. Namun ketika media televisi nasional melakukan wawancara dengan ingin meletakan gambar replika Choirul Huda di sampingnya, Ramon menolaknya.
Tak lama setelah wawancara selesai, Ramon menuju replika gambar Choirul Huda dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke arah tribun suporter. LA Mania membalas hangat dengan tepuk tangan meriah dan menerikan, "Ramon...Ramon...Ramon..." tom