Puluhan Tim Berlomba Jadi Yang Terbaik Pada Turnamen Orado di Banyuwangi
Puluhan tim mengikuti turnamen olahraga domino atau dikenal dengan sebutan Orado, Sabtu, 29 Agustus 2026. Meski merupakan cabang olahraga baru, namun minat masyarakat terhadap Orado sangat luar biasa. Sehingga pihak penyelenggara harus membatasi jumlah pendaftar.
Turnamen ini digelar di Hotel Aston, Banyuwangi. Lomba ini dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani; Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah dan Perwakilan Pengurus Provinsi.
Kepala Dispora Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan, dengan adanya Orado, permainan domino kini menjadi naik kelas. Dari dulunya permainan rakyat yang dilakukan warung kopi dengan kesan negatif kini telah menjadi olahraga pretasi dan sudah tergabung dengan KONI.
Turnamen ini menurutnya merupakan ajang untuk menjalin silaturahmi. Diapun berharap melalui turnamen ini muncul bibit atlet yang mampu mencapai prestasi hingga ke tingkat nasional.
"Turnamen ini untuk mencari bibit untuk tingkat yang lebih tinggi lagi bahkan hingga tingkat nasional," tegasnya.
Ketua Pengcab Orado Banyuwangi, Dede Abdul Ghany, mengatakan, ini adalah turnamen Orado kedua kalinya yang digelar Pengcab Banyuwangi. Turnamen ini sekaligus memperingati HUTke-81 RI.
"Kali ini berbeda, nuansa HUT Kemerdekaan RI yang ke-81 hari ini menjadi penyemangat kita semua bahwasanya bidang olahraga ini bisa membangkitkan serta menggerakkan ekonomi di daerah," terangnya.
Antusiasme peserta kejuaraan orado di Banyuwangi sangat tinggi. Pihak penyelenggara harus membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 32 tim. Agar kompetisi bisa digelar sesuai bagan turnamen.
"Turnamen ini kami batasi hanya 32 tim dari hampir 12 klub. Karena memang regulasi kita, walaupun pendaftar atau peminatnya banyak, hampir 42 tim yang mendaftar, tapi kita memang ada aturan bagan yang harus kita akomodir supaya terjadi pertandingan yang baik," terangnya.
Orado merupakan bentuk transformasi dari permainan domino yang oleh kalangan masyarakat sering disebut sebagai gaple. Kini, orado menjadi olahraga cabang prestasi profesional di bawah naungan PB Orado yang dideklarasikan Januari 2026.
Orado juga telah resmi disahkan menjadi bagian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Mei 2026. Sementara di tingkat provinsi dan kabupaten, orado diresmikan sebagai bagian dari cabor KONI pada awal Agustus ini.
Orado diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pemain tingkat desa untuk mengubah budaya permainan tradisi menjadi kompetisi dengan standar yang baik.
Salah satu peserta turnamen, Abidin, mengatakan, permainan orado terasa berbeda dengan permainan yang biasa digelar di warung kopi atau pos kamling. Dengan model turnamen profesional, peserta turnamen merasakan kondisi yang lebih menegangkan.
"Suasana berkompetisi jadi terasa," jelasnya.