Puluhan Komunitas Penghobi Tamiya Ikuti Balapan di GOR Tawangalun Banyuwangi
Puluhan komunitas penghobi mainan mobil Tamiya berkumpul di GOR Tawangalun Banyuwangi. Mereka bernostalgia dengan mengikuti balap mobil tamiya Mini 4WD bergengsi bertajuk Standart Tamiya Box (STB) Up Class. Ajang ini digelar dua hari pada Sabtu dan Minggu, 7 dan 8 Februari 2026.
Antusias peserta cukup luar biasa. Tercatat 75 peserta dari 28 tim turut serta dalam lomba ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain adu gengsi ajang ini sekaligus bernostalgia mengenang memori masa kecil. Para peserta telah menyiapkan mobil Mini 4WD mereka dengan setelan terbaik untuk menjadi yang terbaik dalam ajang ini.
Peserta datang dari berbagai daerah. Dari Surabaya ada 4 tim, dari Probolinggo satu tim, dari Bali satu tim, dari Lombok satu tim, dan 2 tim dari Jember. Sebagai tuan rumah, Banyuwangi mengirimkan 8 tim terbaiknya untuk mempertahankan gengsi lokal.
Beberapa tim ternama pun hadir. Diantaranya, Tim raksasa asal Surabaya, Gigi Sehat. Dari Banyuwangi ada tim TB Jaya Poll x Delima Racing. Mereka akan adu kemampuan dalam sirkuit yang memiliki rintangan Table Top dan Slope Gunung.
Ketua Panitia Penyelenggara, Albert Wijaya, mengatakan, STB Up Class ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar penghobi Tamiya. Menurutnya, komunitas ini sangat solid dan kerap melakukan perjalanan lintas provinsi demi menyalurkan hobi yang sama.
"Jadi ini merupakan ajang silaturahmi kita. Tak jarang kita juga main ke Surabaya, Bali, hingga Lombok untuk mengikuti kegiatan Tamiya di sana," jelasnya, Minggu, 7 Februari 2026.
Peserta di ajang kali ini, menurutnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, peserta hanya berkisar 15 tim. Menurutnya, balap Tamiya memang sempat vakum pada tahun 2025 karena fokus mengikuti kompetisi di luar daerah.
"Di tahun 2024 hanya 15 tim, dan 2025 kita off kegiatan namun justru kita main di luar daerah. Dan di 2026 ini ada peningkatan menjadi 28 tim yang mendaftar," katanya.
Kompetisi kali ini fokus pada kategori STB Up Class, di mana regulasi modifikasi unit mobil dibatasi dengan ketat sesuai standar pabrikan. Agar persaingan lebih menitikberatkan pada teknis perakitan dan strategi, bukan sekadar adu mahal komponen.
"Fokusnya adalah Standart Tamiya Box, jadi tidak terlalu banyak perubahan. Termasuk dinamo, ukuran roller, hingga roda sudah ada standarnya masing-masing," pungkasnya.
Meski standar, biaya untuk menyiapkan satu unit mobil ready to race di kelas ini diperkirakan mencapai kisaran Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Eksistensi Mini 4WD kini semakin kuat setelah resmi masuk dalam naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) sejak September 2021.
Diakui sebagai cabang olahraga (cabor) otomotif, Mini 4WD bahkan sukses dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada PON XXI 2024 lalu. Di Banyuwangi, gairah ini terus dijaga melalui kopi darat rutin di wilayah Srono setiap minggu.