PT Pertamina Akan Menurunkan Harga BBM Secara Bertahap Mulai Juli 2026
PT Pertamina akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap mulai Juli bulan depan. Kebijakan ini seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia. Langkah tersebut dilakukan setelah Dewan Komisaris memberikan masukan kepada Direksi untuk terus memproyeksikan struktur biaya demi menghadirkan harga energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Untuk itu, kami telah memberikan masukan kepada Direksi dan terus mendorong serta memproyeksikan di awal bulan depan ini diharapkan sudah mulai ada penyesuaian atau penurunan harga secara bertahap," ujar Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan seperti dikutip pada Sabtu 27 Juni 2026.
Iriawan mengatakan arahan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar Pertamina selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan bangsa dalam menjalankan kebijakan energi nasional. Menurut dia, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan agar setiap kebijakan perusahaan tetap berpihak kepada masyarakat.
Menurut Iriawan, mekanisme evaluasi berkala tersebut juga bertujuan melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global yang sangat fluktuatif. Dengan sistem harga rata-rata bulanan, konsumen tidak langsung terdampak ketika harga minyak dunia tiba-tiba melonjak tajam.
Pertamina dikatakan terus memantau perkembangan situasi global melalui crisis center PIS yang bekerja selama 24 jam bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran. Sementara itu, armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab masih dalam persiapan operasi dengan mempertimbangkan perkembangan risiko dan rekomendasi internasional.
Harga minyak dunia terus bergerak turun seiring dibukanya kembali Selat Hormuz usai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pada perdagangan Kamis 25 Juni 2026, harga minyak Brent turun 40 sen atau 0,54 persen menjadi US$73,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 27 sen atau 0,38 persen ke level US$70,07 per barel.
Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai penurunan harga BBM nonsubsidi sangat memungkinkan apabila tren harga minyak dunia bertahan di level saat ini. Harga BBM nonsubsidi di Tanah Air pada dasarnya mengikuti perkembangan harga minyak mentah internasional.
"Sangat bisa kalau harga minyak (dunia) kembali ke angka normal. Harga BBM nonsubsidi berbanding lurus dengan harga minyak mentah internasional. Jika minyak mentah internasional naik, seharusnya BBM bisa naik, begitu pula sebaliknya," ujar Hadi 2026.