PSIM Yogyakarta Bidik Papan Atas, Franco Ramos Mingo Tegaskan Target Bertahan
Performa PSIM Yogyakarta di musim perdananya di kasta tertinggi cukup bikin banyak orang angkat alis. Berstatus tim promosi di BRI Super League 2025/26, Laskar Mataram justru tampil stabil dan kompetitif.
Sampai pekan ke-25, PSIM sudah memainkan 25 pertandingan dari total 34 laga musim ini. Artinya, masih ada sembilan laga tersisa yang bakal jadi penentuan arah mereka di akhir klasemen.
Saat ini, PSIM duduk di posisi ke-8 dengan koleksi 38 poin. Rinciannya, sembilan kemenangan, 11 hasil imbang, dan lima kekalahan. Catatan yang cukup solid untuk tim yang baru naik kasta.
Dari sisi produktivitas, PSIM sudah mencetak 35 gol dan kebobolan 32 kali. Artinya, keseimbangan antara lini serang dan pertahanan mulai terlihat, meski masih ada ruang untuk perbaikan.
Franco Ramos Mingo: Bertahan Jadi Prioritas
Bek andalan mereka, Franco Ramos Mingo, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini tetap pada pertahanan. Menurutnya, menjaga gawang tetap aman adalah fondasi penting sebelum bicara target lain.
“Bagi kami pemain bertahan, yang terpenting adalah bertahan dulu. Kami harus bisa meminimalkan kebobolan,” ujarnya santai.
Meski begitu, Ramos juga mengakui ada kepuasan tersendiri saat bisa ikut membantu mencetak gol. Tapi sekali lagi, prioritas utamanya tetap menjaga lini belakang tetap solid.
Target Realistis: Bertahan Dulu, Baru Bermimpi
Sejak awal musim, target PSIM sebenarnya cukup realistis: bertahan di liga. Tidak muluk-muluk, mengingat mereka adalah tim promosi.
Ramos pun menegaskan hal tersebut. Menurutnya, mengamankan posisi dari zona degradasi adalah prioritas utama sebelum bicara target yang lebih tinggi.
“Tujuan kami jelas sejak awal, yaitu bertahan di liga dan tidak terdegradasi,” tegas pemain asal Argentina itu.
Kalau target itu sudah aman? Baru deh, PSIM bisa mulai melirik peluang untuk melangkah lebih jauh.
Peluang Naik ke Papan Atas Masih Terbuka
Optimisme juga datang dari pemain lain, Donny Warmerdam. Ia melihat peluang PSIM untuk naik ke papan atas masih terbuka, asalkan performa tim terus konsisten.
“Kami ingin menang sebanyak mungkin dari sisa pertandingan. Memang itu bukan target awal, tapi kalau peluang ada, kenapa tidak?” ujarnya.
Dengan sembilan laga tersisa, peluang memang masih terbuka. Tapi tentu saja, konsistensi bakal jadi kunci utama.
Belum Waktunya Santai
Meski posisi saat ini cukup aman, Ramos mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Rasa tenang, menurutnya, baru akan benar-benar terasa saat musim berakhir dan posisi PSIM sudah dipastikan aman.
Jadi, jangan buru-buru puas.
PSIM masih punya pekerjaan rumah di sembilan laga terakhir. Kalau bisa menjaga performa, bukan tidak mungkin Laskar Mataram bikin kejutan besar di musim ini.