Profil Bejo Sugiantoro, Legenda Persebaya Meninggal Usia 47 Tahun
Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), lanjutan Liga 1 pekan ke-25, Sabtu 1 Maret 2025. Persebaya berduka aja memakai pita hitam sebagai bentuk penghormatan terakhir Persebaya kepada sang legenda yang meninggal, hari ini, Selasa 25 Februari 2025 pukul 16.40 WIB
Duka juga dirasakan Persib Bandung, tempat Rachmat Irianto, anak Bejo Sugiantoro merumput saat ini. Sebagai informasi, sepanjang kariernya, Bejo Sugiantoro memperkuat beberapa klub besar, seperti Persebaya Surabaya (1994-2003, 2004-2008). Ia juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia 1997-2004. Usai gantung sepatu, pria berusia 47 tahun itu banting setir menjadi pelatih.
Biodata
Lahir: Sidoarjo 2 Desember 1977
Klub: Persebaya Surabaya (1994-2005, 2007-2010)
Timnas Indonesia: 1997-2004
Karier Pelatih: Asisten Pelatih Persebaya (2018-2023)
Karier Pemain Sepak Bola
Sebagai pemain, Bejo sukses membawa Persebaya menjuarai Liga Indonesia 1996/97 dan 2004. Tidak hanya itu saja, Ia juga menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998 dan 2000. Selepas gantung sepatu, Bejo Sugiantoro melanjutkan karier di dunia kepelatihan di Persebaya.
Bejo Sugiantoro menghabiskan separuh kariernya sebagai bek andalan Persebaya Surabaya (1994-2003).
Sempat pindah ke PSPS Pekan Baru (2003-2004)
Kembali memperkuat Persebaya Surabaya (2004-2008), membantu Persebaya Surabaya dua kali juara Liga Indonesia (1996-1997 dan 2004)
Bejo Sugiantoro juga masuk ke dalam PSSI Primavera yang disekolahkan PSSI ke Italia pada pertengahan 1990-an. Ia bermain bersama Kurniawan Dwi Yulianto, Anang Maruf dan Bima Sakti. Mereka andalan Timnas Indonesia pada 1997-2004.
Catatan dua gol dibuat Bejo Sugiantoro saat Timnas Indonesia menang 13-1 atas Filipina di fase grup Piala AFF 2002.
Karier Pelatih
Bejo Sugiantoro gantung sepatu 2013. Melanjutkan karier sebagai pelatih Persik Kediri pada 2017. Dua kali pelatih caretaker Persebaya pada 2018 dan 2019. Ia sempat empat tahun (2019-2023) menjadi asisten pelatih Bajul Ijo.
Sempat menangani Serpong FC pada 2023-2024. Kemudian membesut Deltras Sidoarjo di Liga 2 2024-2025. Di Liga 2, langkah Deltras rontok di delapan besar Liga 2 2024-2025.