Presiden Prabowo Tahu Ada Kader Gerindra Jadi Bupati-Walikota yang Petentang-petenteng
Presiden Prabowo Subianto mengetahui ada bupati maupun walikota yang berasal dari kader Partai Gerindra yang bersikap petantang-petenteng.
Prabowo mengingatkan akan mengusut semua pejabat pemerintah yang bergaya seperti itu, tanpa memandang partai manapun. Tidak terkecuali kepala daerah dari Partai Gerindra yang merupakan partai besutannya.
"Jangan salah, saya tahu ada kader-kader Gerindra yang begitu jadi bupati, wali kota, apa itu istilahnya, petantang-petenteng," kata Prabowo.
"Gubernur Jawa Barat (Dedi Mulyadi) kebetulan Gerindra, tapi kalau brengsek saya usut kau. Tapi saya yakin kau tidak brengsek," ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa politik yang dianut politisi Indonesia haruslah politik yang dewasa, sesuai dengan demokrasi santun dan penuh persaudaraan. Perbedaan partai antara politikus satu dengan politikus yang lain seharusnya bukanlah masalah.
Sementara, partai yang memenangkan Pemilu harus melaksanakan rekonsiliasi agar pertarungan tidak berlarut.
"Kalah menang nanti yang menang ajak yang kalah, yang kalah dukung yang menang, karena kita semua harus bekerja untuk rakyat kita," tutur Prabowo. Ia menyatakan, masyarakat tidak suka pemimpin yang penuh dendam dan pemimpin yang saling bertengkar. "Pemimpin di atas itu gontok-gontokan, (itu) salah, keliru. Kalau masih pakai paradigma lama, paradigma tahun 40—50 itu paradigma pada saat itu, pada saat itu perang ideologi. Sekarang kita sudah tidak perang ideologi lagi, kita sudah sepakat ideologi kita ya Pancasila," kata Prabowo.
Prabowo menyentil
oknum partai yg ketika ketumnya jadi pejabat malah pilih jadi maling dadakan, sehingga daerahnya malah kumuh krn anggaran daerahnya dimakan sendiri.
Presiden Prabowo mengingatkan hal itu setelah bertemu kepala daerah yang kebetulan ada dari kader Partai yang dipimpinnys, Selasa 30 Septemver 2025.
Dengan Gubernur DKI Baik-baik Saja
Prabowo pun mencontohkan bahwa dirinya tidak ada masalah bekerja dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono diketahui merupakan kader PDIP, parpol yang tidak menempatkan kadernya di jabatan kabinet Merah Putih Prabowo. "Bersaing tidak ada masalah, iya kan? Gubernur DKI partai lain enggak ada masalah. Saya bisa kerja sama, sama Pramono Anung. Benar? Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau sendiri rugi nanti, rakyatnya marah sama beliau, benar enggak?" ujar Prabowo. Pramono yang hadir di lokasi tampak tersenyum.
Dalam pertemuan ini Presiden mengajak seluruh kepala daerah mengawal programa MBG di daerahnya masing masing, agar kasus keracunan dalam program MBG tidak terjadi lagi. "Prpgram MBG untuk meningkatkan gizi anak Indonesia menjadi tanggung jawab berama," kata Prabowo.
SPPG Wajib Memiliki Sertifikat SHLS
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini terdapat 9.533 SPPG yang tersebar di sejumlah daerah Indonesia. Belum diketahui berapa SPPG yang sudah memiliki SHLS tersebut.