Presiden Prabowo Subianto Melayat Ke Rumah Duka Affan Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.
Presiden tiba di rumah duka pada Jumat malam, pukul 21.51 WIB, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo Bertemu Keluarga Affan Kurniawan
Dengan mengenakan safari krem dan peci hitam, Prabowo langsung masuk ke rumah duka untuk bertemu dengan pihak keluarga. Ia tampak bersalaman dan memeluk beberapa anggota keluarga Affan sebagai bentuk belasungkawa.
Setelah sekitar 30 menit berada di dalam rumah, Prabowo pamit tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Selain Presiden, sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kasus Kematian Affan Kurniawan
Sebelumnya, Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, meninggal dunia setelah diduga terlindas kendaraan taktis Brimob saat kerusuhan terjadi di sekitar DPR RI, Kamis malam.
Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan rantis bertuliskan Brimob melaju kencang ketika massa sedang berlarian. Kejadian itu memicu gelombang protes publik dan seruan agar aparat bertindak lebih humanis dalam mengawal demonstrasi.
Janji Pemerintah: Jaminan Hidup untuk Keluarga
Dalam pernyataan resminya sebelum melayat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan jaminan kehidupan bagi keluarga almarhum Affan, termasuk orang tua dan saudara kandungnya.
“Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan. Petugas yang terbukti bersalah akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Prabowo.
Ia juga menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan aparat yang dinilai berlebihan dan menegaskan bahwa proses hukum akan ditegakkan secara adil dan transparan.
Imbauan Presiden untuk Masyarakat
Prabowo meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus kepada pemerintah.
“Saya juga menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menimbulkan kekacauan. Hal itu tidak menguntungkan rakyat maupun bangsa kita yang sedang berbenah,” jelas Presiden.