Presiden Prabowo Panggil Menkes Budi Sadikin, Bahas Perkembangan Covid-19, Gawat?
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Istana Merdeka untuk melaporkan perkembangan terkini terkait isu-isu strategis di bidang kesehatan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Menkes menyampaikan update tentang situasi Covid-19 terbaru, percepatan pembangunan rumah sakit, dan progres program cek kesehatan gratis untuk masyarakat.
Varian Covid-19 Baru Tidak Mematikan, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Menkes Budi Sadikin menyampaikan bahwa meski ada lonjakan kasus Covid-19, varian yang beredar saat ini relatif tidak mematikan dan tidak perlu menimbulkan kepanikan.
βIni adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi tidak usah terlalu dikhawatirkan agar masyarakat tidak panik,β ujarnya.
66 Rumah Sakit Baru Akan Dibangun Lebih Cepat
Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 66 rumah sakit baru dalam dua tahun, mempercepat target awal lima tahun.
βTahun ini rencananya 32 rumah sakit, tahun depan 34. Dari 32 itu, 16 sudah groundbreaking, sisanya segera menyusul. Tidak ada penambahan anggaran, hanya realokasi post anggaran untuk percepatan pembangunan,β jelas Budi.
Program Cek Kesehatan Gratis: Sudah Jangkau 7,8 Juta Orang, Akan Diperluas ke Sekolah
Program cek kesehatan gratis yang merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo di sektor kesehatan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juni 2025, sudah 7,8 juta warga Indonesia memanfaatkan layanan ini.
βSaat ini 200 ribu orang per hari memeriksakan kesehatan secara gratis. Per bulan bisa mencapai lima juta orang,β kata Menkes.
Program ini akan diperluas ke lingkungan sekolah mulai bulan ini dan bulan depan, dengan target jangkauan 50 juta warga. Melalui pemeriksaan ini, sejumlah masalah kesehatan utama dapat terdeteksi sejak dini:
Bayi: cacat jantung bawaan (kongenital)
Balita: gangguan kesehatan gigi
Dewasa: hipertensi dan diabetes
Lansia: penyakit degeneratif
Skrining TBC Nasional Diperluas dengan Teknologi Lebih Murah
Pemerintah juga memperluas skrining TBC (tuberkulosis) melalui penggunaan alat deteksi yang lebih murah dan mudah diakses. Targetnya adalah mendeteksi kasus aktif dari 1 juta populasi rentan.
βDengan alat deteksi baru, diharapkan semua kasus TBC bisa teridentifikasi dan langsung masuk pengobatan. Regimen pengobatan baru juga sudah lebih terjangkau,β kata Menkes Budi.
Advertisement