Praktisi Sepak Bola Banyuwangi Dorong Persewangi Optimalkan Pemain Lokal
Sejumlah praktisi sepak bola di Banyuwangi menyoroti minimnya prestasi klub kebanggan masyarakat Banyuwangi, Persewangi. Salah satu poin yang paling penting adalah perekrutan lebih banyak pemain lokal dalam tim. Sebab, Banyuwangi memiliki banyak talenta sepak bola yang tidak kalah dengan pemain-pemain dari luar Banyuwangi.
Kritikan terhadap Persewangi ini muncul dalam diskusi sepak bola Banyuwangi 90 Menit di Cafe Galgok, Banyuwangi, Rabu, 6 Mei 2026 malam.
Mantan Manajer Persewangi, Iwan Rudianto, mengatakan, Banyuwangi tidak pernah kekurangan talenta pemain sepak bola. Bahkan, saat ini banyak pemain Banyuwangi yang bermain di klub-klub besar seperti di Persis Solo dan Bali United di liga elite pro academy. Mereka merupakan mantan pemain tim sepak bola Banyuwangi pada Porprov 2025.
"Itu artinya stok pemain kita ini berlimpah, Banyuwangi ini gudangnya pesepak bola bagus," tegasnya.
Dia juga menyarankan manajemen Persewangi untuk melibatkan stakeholders sepak bola di Banyuwangi. Termasuk kelompok suporter, dan komunitas sepak bola. Menurutnya, ini akan membantu menumbuhkan fanatisme masyarakat kepada tim. Sehingga masyakarat Banyuwangi ikut merasa memiliki Persewangi.
"Jadi itu akan membangun rasa memiliki, akan membangun rasa memiliki sehingga timbul rasa heroisme di lapangan," tegasnya.
Iwan Rudianto yang juga pengurus PSSI Banyuwangi menegaskan, saat ini PSSI Banyuwangi sedang berbenah untuk menggelar kompetisi internal untuk mencari dan menggembleng bibit-bibit pemain sepak bola muda Banyuwangi.
"Kita segera mengadakan kompetisi internal, ini output-nya juga ke klub," tegasnya.
Sementara itu, Legenda Suporter Banyuwangi, Ahmad Mustain, mengatakan, klub dan sekolah sepak bola di Banyuwangi sudah bekerja keras untuk mendidik pemain-pemain muda Banyuwangi menjadi pemain yang memiliki talenta.
"Kalau tidak diambil klub-klub yang ikut kompetisi nasional, akhirnya para pemain lari mencari klub di luar Banyuwangi," tegasnya.
Tidak hanya itu, dengan merekrut pemain lokal Banyuwangi, Persewangi juga membantu regenerasi pemain lokal Banyuwangi. Klub yang selama ini mendidik akan mendapat income saat pemainnya direkrut Persewangi.
"Nah, ketika diambil Persewangi, di situ ada income masuk untuk klub. Kan lumayan untuk membantu pembiayaan klub (lokal)," ujarnya.