Potensi Bencana, Waspada Ini Jalur Rawan di Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengingatkan masyarakat yang akan memanfaatkan liburan menggunakan kendaraan pribadi ke Jawa Timur (Jatim) untuk berhati-hati. Pesan ini begitu penting mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi cuaca ekstrem hingga Februari 2026 mendatang. Sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Khusus Jatim wilayah selatan diprediksi mengalami cuaca ekstrem yang berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan, tanah longsor, hingga gelombang ombak tinggi.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Emil mengatakan, dinas terkait telah menambah rambu-rambu di jalur rawan bencana dan kecelakaan.
"Jalur yang rawan longsor, misalnya, itu sudah ditandai oleh dinas perhubungan masing-masing terkoordinasikan. Jadi, tetap berwaspada sudah ada rambu," kata Emil ditemui usai menghadiri kegiatan ibadah natal di Gereja Pantekosta di Indonesia "Yesus Harapan Pasti", Surabaya, Kamis, 25 Desember 2025.
Meski sudah ada rambu, Emil tetap meminta masyarakat untuk selalu waspada. Khususnya saat cuaca mulai menunjukkan potensi bahaya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan apabila cuaca dalam kondisi buruk.
"Apabila cuaca betul-betul hujan yang sangat deras, apabila bisa menyesuaikan perjalanan mau disesuaikan dulu karena ada risiko, misalnya pohon tumbang atau longsor. Tetapi sekali lagi, seluruh petugas bekerja keras dalam momen ini untuk bisa memiliki kesiapsiagaan terhadap potensi bencana," pungkasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, menambahkan, daerah-daerah wilayah Selatan Jatim jadi daerah paling rawan sesuai prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG.
"Sebagaimana informasi BMKG yang perlu kita antisipasi adalah wilayah selatan sehingga wilayah selatan mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi punya potensi gelombang ekstrem," kata Gatot.
Tak hanya itu, intensitas hujan tinggi juga jadi ancaman bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga, masyarakat perlu menyiapkan kebutuhan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
"Apabila berteduh, tolong hindari berteduh di bawah pohon yang terlalu rindang, bisa juga patah atau rubuh, juga menghindari jangan berteduh di bawah papan reklame," pesannya.
Advertisement