Polresta Banyuwangi Selidiki Kasus Asusila yang Ramai di Media Sosial
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi menangani perkara dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang ramai jadi pembahasan di media sosial. Kasus ini telah dilaporkan ke SPKT Polresta Banyuwangi pada 20 Juli 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap perkara tersebut.
“Penyidik telah melakukan serangkaian tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan memperhatikan ketentuan khusus mengenai anak yang berhadapan dengan hukum serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak," jelas Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi, Minggu, 2 Agustus 2026.
Penyidik jugasudah mengamanakn sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini. Barang bukti ini sangat penting untuk mendukung proses pembuktian perkara.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, menegaskan, Polresta Banyuwangi tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk kekerasan maupun tindak pidana yang mengancam keselamatan dan masa depan anak. Dia menegaskan, Polresta Banyuwangi berkomitmen memberikan perlindungan kepada anak serta menangani setiap perkara secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum.
"Dalam perkara yang melibatkan anak, proses penegakan hukum harus tetap berjalan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.
Polresta Banyuwangi memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rofiq juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum, termasuk foto, video, nama lengkap, alamat, maupun informasi lain yang dapat mengungkap identitas mereka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video atau informasi yang dapat mengidentifikasi anak. Mari bersama-sama menjaga privasi, martabat dan masa depan anak. Apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan atau tindak pidana terhadap anak, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur,” ujarnya.