60 Anggota Linmas Mojokerto Dibekali Pelatihan Damkar dan Tanggap Bencana oleh Polres Mojokerto
Sebanyak 60 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari berbagai desa di Kabupaten Mojokerto mengikuti pelatihan dasar penanganan kebakaran dan tanggap darurat bencana, yang digelar oleh Polres Mojokerto pada Jumat, 11 Juli 2025.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Linmas desa dalam menghadapi situasi darurat, baik kebakaran maupun bencana alam.
Fokus Pelatihan: Pemadaman Kebakaran dan Respons Cepat Bencana
Bertempat di aula Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, pelatihan berlangsung intensif dan terbagi dalam dua materi utama:
Pelatihan Pemadaman Kebakaran (Damkar)
Materi yang disampaikan meliputi:Pengenalan jenis-jenis api
Teknik pemadaman api ringan
Cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR)
Prosedur evakuasi korban kebakaran
Langkah-langkah pencegahan agar api tidak meluas
Pelatihan Penanganan Cepat Respons (PCR)
Meliputi:Teknik pertolongan pertama pada korban
Proses evakuasi saat bencana
Koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat
Sinergi Linmas dan Kepolisian untuk Desa Tangguh Bencana
Kasat Binmas Polres Mojokerto, AKP Didit Setyawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan arahan langsung dari Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, yang menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan Linmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta kesiapsiagaan terhadap bencana.
“Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan kepercayaan diri anggota Linmas agar mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana,” ujar AKP Didit.
Pelatihan Linmas Dilakukan Secara Berkala
AKP Didit menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program desa tangguh bencana dan penguatan peran Linmas dalam penanggulangan bencana lokal.
Salah satu peserta, Siswanto, anggota Linmas dari Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut.
“Ilmu yang kami dapatkan hari ini sangat berguna. Kami jadi tahu bagaimana bertindak saat terjadi kebakaran atau bencana lain di desa,” ucap Siswanto.
Linmas Mojokerto Didorong Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana
Dengan pelatihan ini, Polres Mojokerto berharap Linmas tidak hanya berperan sebagai pengaman kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi garda pertama penyelamatan warga dalam situasi darurat, seperti kebakaran, banjir, longsor, maupun bencana non-alam lainnya.